Bisnis Pendulang Cuan di Blok M Ternyata Butuh Modal Miliaran dan Inovasi
Blok M kembali populer sebagai tempat nongkrong anak muda, tetapi sekarang juga menjadi ladang cuan bagi para pelaku usaha. Kawasan ini telah mengalami perubahan besar-besaran dan sekarang menjadi salah satu tempat favorit bagi mereka yang mencari kesenangan dan hiburan.
Menurut Joshua Firdaus dari EM Gelato, kunci awal membangun usaha di Blok M adalah menciptakan sesuatu yang viral dan berbeda dari yang lain. "Kalau mau bisnis di Blok M menurut saya pribadi sih, lebih ke awalnya mungkin viral. Jadi lebih ke operational dulu dirapikan. Mungkin lama-lama kelamaan lebih ke menu barunya sih. Menemukan yang unik. Itu yang orang bikin penasaran," ujar Joshua kepada CNNIndonesia.com.
Joshua juga menilai bahwa karakter konsumen di Blok M sangat dipengaruhi rasa penasaran dan tren media sosial. "Karena orang Indonesia kan FOMO-an ya," katanya sambil tertawa. Namun, untuk bisa masuk ke kawasan tersebut tidaklah mudah karena modal yang dibutuhkan juga tidak kecil.
Menurut Joshua, pelaku usaha setidaknya harus menyiapkan dana hingga miliaran rupiah, terutama karena harga sewa ruko ikut melonjak akibat kawasan yang sedang hype. "Tergantung rukonya ya, mungkin (modalnya) agak sekitar miliaran, karena kan memang takutnya karena ini lagi hype, dari pihak yang punya ruko pun naikin harga," katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Ramzul Aghna dari PictureMemories.id atau Pictme Photobooth. Menurutnya, modal usaha di Blok M sebenarnya relatif tergantung jenis bisnis yang dijalankan. Ia mengakui bisnisnya sendiri dibangun dengan modal awal ratusan juta rupiah.
Saat itu, bisnis mereka sudah memiliki dua cabang di Bogor dan Bekasi sebelum akhirnya ikut meramaikan Blok M. Bagi Ramzul, lokasi menjadi faktor paling penting sebelum memulai usaha di kawasan tersebut.