Blackout Sumatera Buktikan Pentingnya Perkuat Infrastruktur Listrik Nasional
Herman Khaeron menilai blackout di Sumatera terjadi karena persoalan teknis transmisi, bukan sabotase, dan menekankan perlunya penguatan infrastruktur listrik nasional. Ia mendorong PLN memanfaatkan teknologi modern untuk mendeteksi gangguan lebih cepat.
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menilai peristiwa blackout yang melanda wilayah Sumatera sebagai bukti mendesaknya penguatan infrastruktur kelistrikan nasional. Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (26/5/2026). Herman menekankan bahwa gangguan listrik berskala besar tersebut lebih disebabkan persoalan teknis jaringan ketimbang unsur sabotase. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau menjadi tantangan utama dalam pembangunan sistem transmisi dan distribusi listrik.
Menurut Herman, pembangunan jaringan listrik di negara kepulauan memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibanding negara daratan. Proyek tersebut harus melewati berbagai kontur wilayah seperti lembah, gunung, serta memasang kabel bawah laut. Iklim juga turut memengaruhi stabilitas sistem transmisi dan jaringan milik PLN. Ia menegaskan blackout telah terjadi berulang kali, sehingga fokus harus diarahkan pada peningkatan kualitas infrastruktur.
Herman menyatakan keyakinannya bahwa PLN semakin profesional dalam mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan. Ia menyebut tiga faktor krusial yang dapat memicu gangguan, yaitu pembangkit, transmisi, dan trafo distribusi. Hasil penyelidikan kepolisian yang tidak menemukan unsur sabotase semakin memperkuat kesimpulan bahwa insiden di Sumatera murni persoalan teknis. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap seluruh komponen jaringan menjadi sangat penting.
Herman mendorong peningkatan penggunaan teknologi modern dalam sistem transmisi listrik. Teknologi tersebut dinilai mampu mempercepat proses identifikasi dan pemulihan gangguan. Dengan langkah tersebut, risiko blackout berskala besar di wilayah kepulauan seperti Indonesia dapat diminimalkan secara signifikan. Ia berharap PLN terus meningkatkan kemampuan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan gangguan di masa mendatang.