Cathlyn Yvaine Lesmana Dicoret dari Paskibraka Nasional, Kesbangpol Tegaskan Seleksi Objektif
Cathlyn Yvaine Lesmana dari Makassar dicoret dari calon Paskibraka Nasional setelah berada di peringkat ketiga seleksi Sulsel. Pihak Kesbangpol dan Wali Kota Makassar menegaskan seleksi harus adil dan objektif.
Nama Cathlyn Yvaine Lesmana menjadi sorotan setelah dicoret dari daftar calon Paskibraka Nasional perwakilan Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Cathlyn semula berada di posisi ketiga dari lima calon yang lolos seleksi tingkat provinsi, namun digantikan oleh siswi lain dari salah satu kabupaten di Sulsel. Peristiwa ini terjadi setelah proses seleksi Paskibraka 2026 yang dinilai dari berbagai aspek seperti TWK, TIU, kesamaptaan, PBB, keterampilan, dan kepribadian. Penggantian tersebut menimbulkan dugaan ketidakadilan di kalangan publik.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulsel, Bustanul Arifin, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah berjalan objektif dan transparan. Ia membantah adanya titipan maupun diskriminasi rasial dalam penentuan peserta yang dikirim ke tingkat nasional. Menurut Bustanul, penilaian dilakukan langsung oleh tim pusat yang terdiri dari BPIP, DPPI Pusat, TNI, Polri, serta Setmilpres. Ia juga menyebutkan bahwa dua utusan putri lain dari Kota Makassar justru memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan Cathlyn.
Bustanul Arifin menjelaskan bahwa Kesbangpol berperan sebagai koordinator utama dan panitia pelaksana seleksi di daerah. Ia menampik isu diskriminasi etnis karena Cathlyn berasal dari etnis Tionghoa, seraya menekankan bahwa tidak ada pengumuman awal yang dianulir secara sepihak. Logika penggantian, kata Bustanul, harus disertai bukti pengumuman baru jika memang terjadi perubahan resmi. Ia meminta pihak yang meragukan proses tersebut menunjukkan bukti konkret.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turut menyatakan prihatin atas situasi yang dialami Cathlyn, siswi SMAS Cerdas Bangka Makassar. Ia berharap hasil seleksi berjalan fair dan tidak merugikan peserta secara mental. Munafri mengaku belum mengetahui detail penilaian di tingkat provinsi, namun menekankan pentingnya keadilan bagi seluruh delegasi dari Kota Makassar.