Filipina Kerepotan Ulah Buruk Turis Israel, Ribut-Serang Pemilik Usaha
Otoritas Filipina mulai dibuat kerepotan oleh ulah buruk para pelancong dari warga negara Israel dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah negara itu menyerukan imbauan agar para pelancong asing melakukan pelesiran yang bertanggung jawab di daerah wisata populer seperti Pulau Siargao.
Pemerintah Filipina mulai dibuat kerepotan oleh ulah buruk para pelancong dari warga negara Israel dalam beberapa bulan terakhir. Otoritas setempat telah mengalami sejumlah aksi kekerasan oleh wisatawan asing yang semakin sering terjadi di pulau selancar itu, memunculkan ketakukan akan kelakuan para pelancong dan keamanan lokal.
Departemen Pariwisata Filipina (DOT) dan pejabat setempat di General Luna, pusat pariwisata utama pulau itu, menerapkan kembali kode etik yang lebih ketat bagi pengunjung setelah serangkaian perkelahian mengganggu reputasi damai pulau tersebut. Pemerintah daerah General Luna telah menyerukan agar semua wisatawan untuk menghormati hukum, adat istiadat, dan komunitas setempat setiap saat.
Sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan turis warga negara Israel belakangan ini pun mulai meresahkan warga dan para pelaku usaha lokal di pulau tersebut. Pada 8 April, polisi setempat turun tangan melerai perkelahian antara turis Amerika Serikat dan Israel di sebuah bar di dalam Siargao Beach Club. Pihak berwenang mencegah perkelahian tersebut semakin bertambah luas.
Dua bulan kemudian, pada 10 Mei, dua turis Israel diduga menyerang pemilik sebuah tempat usaha lokal karena memajang bendera Palestina. Duta Besar Israel untuk Filipina Dana Kursh sampai turut buka suara atas ulah warga negaranya itu. Kursh mengatakan Israel tidak mentolerir perilaku yang tidak menghormati hukum atau komunitas setempat.
Sejumlah pejabat setempat mengutuk bentrokan tersebut, melabelinya sebagai "penghinaan terhadap keselamatan dan keamanan yang layak didapatkan oleh setiap penduduk General Luna dan pengunjung." Aktris Andi Eigenmann, yang telah menetap ke pulau itu hampir satu dekade lalu, turut menuyarakan keprihatinannya atas perubahan dinamika antara wisatawan dan penduduk setempat.