Gus Ipul Ajak Masyarakat Utamakan Tabayun Usai Salat Iduladha
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak masyarakat mengutamakan tabayun dan pengendalian diri di tengah maraknya ujaran kebencian usai Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal Jakarta. Pesan serupa juga disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menekankan penghormatan terhadap semua profesi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat untuk mengutamakan sikap tabayun dan pengendalian diri di tengah maraknya ujaran kebencian serta derasnya arus informasi di ruang publik. Pesan tersebut disampaikan usai mengikuti Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat (27/5/2026). Gus Ipul menilai momentum Iduladha menjadi pengingat penting untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan keadaban sosial di tengah kemajuan teknologi yang pesat.
Dalam kesempatan itu Gus Ipul mengutip pesan khutbah yang disampaikan Prof. Hamdan Juhannis. Menurutnya sabar bukan sekadar menahan amarah tetapi juga kemampuan memahami sebelum menghakimi. Ia menegaskan pentingnya memberi ruang bagi perspektif lain dan selalu melakukan klarifikasi sebelum membagikan informasi.
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyampaikan pesan senada. Ia mengatakan khutbah Iduladha mengingatkan pentingnya menghormati setiap orang tanpa memandang profesi pangkat maupun jabatan. Nasaruddin menambahkan bahwa manusia juga dinilai dari kepedulian terhadap lingkungan dan sesama selain ketaatan kepada Allah SWT.
Sebelumnya Gus Ipul tiba di Masjid Negara pukul 6.12 WIB dengan busana muslim berwarna putih dipadukan peci dan sarung hitam menggunakan kendaraan listrik. Salat Iduladha dimulai pukul 07.00 WIB dengan khatib Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis. Khutbah bertema Meneguhkan Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan tersebut mengingatkan pentingnya merawat hubungan dengan Tuhan alam semesta dan sesama manusia.