Hasan Nasbi: Plesetan SPPG Menunjukkan Caraberpikir Tidak Berdasarkan Fakta
teknologi

Hasan Nasbi: Plesetan SPPG Menunjukkan Caraberpikir Tidak Berdasarkan Fakta

CNN Indonesia2 jam lalu👁 2 views🤖 AI Rewritten

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengkritik pihak-pihak yang memplesetkan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) menjadi 'Satuan Penjilat Prabowo-Gibran'. Menurutnya, pelabelan tersebut menunjukkan cara berpikir yang tidak didasarkan pada fakta. Hasan mengatakan ruang digital saat ini kerap dipenuhi sikap sinis yang berkembang lebih cepat dibanding upaya memeriksa kebenaran informasi. Akibatnya, nalar publik justru menjadi korban.

Hasan mengatakan: "Ada orang yang bilang SPPG itu adalah satuan penjilat Prabowo-Gibran. Nah, ini kan sok paten juga, nalarnya di diskon juga ini." Ia menegaskan SPPG merupakan bagian dari ekosistem program pemenuhan gizi yang ditujukan bagi puluhan juta masyarakat Indonesia. Program tersebut menyasar sekitar 62 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di berbagai daerah.

Selain itu, Hasan menyebut program tersebut juga memberikan dampak ekonomi karena menyerap sekitar 1,5 juta orang yang bekerja di dapur pelayanan gizi. Oleh sebab itu, ia menganggap tudingan yang menyebut SPPG sebagai alat politik secara tidak langsung juga merendahkan jutaan pekerja yang terlibat dalam program tersebut.

"Kalau dia bilang SPPG itu satuan penjilat Prabowo-Gibran, berarti dia sedang mengata-ngatai 1,5 juta warga Indonesia yang bekerja di dapur SPPG sebagai penjilat Prabowo-Gibran. Dia juga sama sedang mengata-ngatai 62 juta penerima manfaat anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui anak-anak balita. 62 juta penerima manfaat ini sebagai penjilat Prabowo-Gibran. Hati-hati kalau bicara," ujarnya.

Hasan menilai tuduhan yang dilontarkan tanpa didukung data dan fakta tidak hanya berpotensi merusak reputasi program pemerintah, tetapi juga mengabaikan kontribusi para pekerja serta hak masyarakat yang menerima manfaat program tersebut.