Inflasi Indonesia Mencapai 3,08 Persen pada Mei 2026
ekonomi

Inflasi Indonesia Mencapai 3,08 Persen pada Mei 2026

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Inflasi Indonesia mencapai 3,08 persen pada Mei 2026 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (2/6). Secara bulanan, inflasi tercatat sebesar 0,28 persen. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan bahwa penyumbang inflasi terbesar bulan lalu adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,39 persen dengan andil 0,12 persen.

"Komoditas dominan dorong inflasi pada kelompok ini adalah cabai merah dengan andil 0,08 persen, minyak goreng dan bawang merah dengan andil masing-masing 0,04 persen, serta tomat dengan andil 0,03 persen dan juga beras dengan andil 0,02 persen," kata Pudji Ismartini dalam konferensi pers.

Komoditas lain yang memberikan andil inflasi adalah bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,03 persen. Lalu, bensin dan tarif angkutan udara dengan andil masing-masing 0,02 persen. Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi pada Mei adalah daging ayam ras dan emas perhiasan dengan andil deflasi masing-masing 0,06 persen serta telur ayam ras dengan andil 0,05 persen.

Semua komponen tercatat inflasi. Inflasi inti sebesar 0,22 persen, harga diatur pemerintah 0,52 persen, dan harga bergejolak tercatat inflasi 0,22 persen. "Komponen inti memberikan andil inflasi terbesar yakni 0,14 persen. Komoditas yang dominan dorong inflasi adalah minyak goreng, telepon seluler, laptop atau notebook, kemudian pelumas atau oli mesin, nasi dan lauk serta pemeliharaan atau service," ujar Pudji Ismartini.

Tahun ini, Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi berada di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Sementara itu, APBN 2026 mengasumsikan inflasi sebesar 2,5 persen.