Internet Iran Pulih Sebagian Usai Pemadaman 88 Hari
politik

Internet Iran Pulih Sebagian Usai Pemadaman 88 Hari

CNN Indonesia1 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Internet di Iran mulai pulih sebagian pada Selasa 26 Mei 2026 setelah 88 hari pemadaman. Pemulihan ini terjadi atas perintah Presiden Masoud Pezeshkian namun sistem penyaringan masih aktif.

Internet di Iran mulai pulih sebagian pada Selasa 26 Mei 2026 setelah mengalami pemadaman nasional selama 88 hari. Pemulihan ini menjawab pertanyaan warga di seluruh negeri tentang kapan koneksi akan kembali normal. Pemadaman bermula akhir Desember 2025 di seluruh Iran karena demonstrasi besar akibat lonjakan inflasi dan krisis ekonomi yang memburuk. Pemerintah kemudian memperketat pembatasan ketika demonstrasi berubah menjadi tuntutan perubahan politik.

Sebagian warga di Teheran menyambut baik kembalinya jaringan meski masih harus menggunakan VPN. Seorang pria berusia 46 tahun mengatakan kepada CNN bahwa internet belum sepenuhnya terbuka dan hanya tidak lagi padam total. Warga lain di media sosial X justru merespons dengan skeptisisme dan sindiran karena pemulihan dinilai terlambat serta belum mengembalikan kebebasan internet sepenuhnya.

NetBlocks melaporkan aktivitas internet mulai meningkat pada hari ke-88 sejak pembatasan diberlakukan. Media pemerintah menyebut pemulihan terjadi setelah Presiden Masoud Pezeshkian memerintahkan otoritas terkait untuk memulihkan akses. Langkah ini berpotensi menandai akhir pemadaman internet terlama yang pernah terjadi di negara mana pun dalam sejarah modern.

Pada akhir Februari 2026 akses internet nyaris diputus total di tengah serangan militer Amerika Serikat dan Israel. Meski kini mulai pulih, lembaga pemantau menyatakan sistem penyaringan tetap aktif sehingga WhatsApp masih dibatasi. Pengaturan internet di Iran berada di bawah pengawasan beberapa lembaga negara yang bertanggung jawab kepada pemimpin tertinggi.