Jemaah Haji Diminta Waspada Suhu Ekstrem saat Lempar Jumrah
teknologi

Jemaah Haji Diminta Waspada Suhu Ekstrem saat Lempar Jumrah

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Jemaah haji diwajibkan menyelesaikan ritual melempar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah selama tiga hari tasyrik mulai Kamis 28 Mei 2026. Mereka diminta mematuhi larangan lempar jumrah pada jam-jam yang berisiko terpapar panas berlebihan.

Jemaah haji diminta mewaspadai suhu ekstrem saat melaksanakan ritual lempar jumrah pada hari tasyrik. Ritual ini wajib diselesaikan selama tiga hari ke depan mulai Kamis 28 Mei 2026. Peringatan tersebut disampaikan karena kondisi cuaca panas masih mengancam keselamatan jemaah. Para jemaah diharapkan melakukan seluruh rangkaian ibadah dengan tertib dan aman di lokasi Mina.

Memasuki hari tasyrik, jemaah haji diwajibkan menyelesaikan ritual melempar jumrah yang tersisa. Ritual tersebut mencakup Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah. Kewajiban ini berlaku selama tiga hari berturut-turut sejak 28 Mei 2026. Pelaksanaan yang tertib menjadi kunci agar ibadah berjalan lancar tanpa gangguan.

Suhu ekstrem menjadi ancaman utama selama periode ini. Oleh karena itu, jemaah dilarang melakukan lempar jumrah pada jam-jam yang berpotensi membuat mereka terpapar panas berlebihan. Aturan ini harus dipatuhi secara ketat untuk menghindari risiko kesehatan. Pihak terkait terus mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama ritual berlangsung.

Jemaah diharapkan mempersiapkan diri dengan baik sebelum menjalani rangkaian ibadah tersebut. Kesadaran akan bahaya suhu panas menjadi hal yang sangat penting. Dengan demikian, seluruh proses lempar jumrah dapat diselesaikan dengan aman dan sesuai ketentuan.