KAI Bangun Jalur Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung, Butuh Rp448 Triliun
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana membangun jalur kereta api dari Banda Aceh ke Bandar Lampung. Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan konektivitas rel yang terintegrasi di Pulau Sumatra. Saat ini, jaringan kereta api di Sumatra belum terhubung secara menyeluruh.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa kondisi jalur yang terputus-putus tersebut menyebabkan konektivitas antardaerah di Sumatra dengan kereta api masih belum optimal. "Kalau kita lihat yang existing sekarang itu hanya sepotong-sepotong, dari Bandar Lampung itu sampai Palembang. Kemudian dari Bandar Lampung itu sampai Lubuk Linggau," ujar Bobby.
Lebih lanjut, ia menegaskan prioritas awal pengembangan jalur perkeretaapian akan difokuskan untuk menyambungkan Banda Aceh dan Besitang. Salah satu jalur tersebut dinilai penting untuk menghubungkan bagian utara Sumatra. Tahap awal pengembangan jalur tersebut mempunyai panjang sekitar 478 kilometer (km) dan saat ini KAI sedang menyiapkan detail engineering design (DED) sebagai bagian dari tahapan perencanaan proyek.
Bobby menyebutkan dana investasi yang dibutuhkan untuk membangun jalur perkeretaapian Banda Aceh ke Bandar Lampung tersebut mencapai US$25 miliar atau setara Rp448 triliun (asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS). "Kalau totalnya itu Sumatera bisa sekitar US$ 20 (miliar) sampai dengan US$25 miliar," kata Bobby.