Kemenperin Libatkan IKM Perkuat Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional
Kemenperin mempertemukan IKM dengan industri besar kendaraan listrik guna membuka peluang kemitraan dan transfer teknologi. Penjualan mobil listrik triwulan I 2026 naik 95,9 persen menjadi 33.150 unit.
Kementerian Perindustrian melibatkan Industri Kecil dan Menengah dalam rantai pasok Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai pada 22 Mei 2026 di Cikarang, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem industri hijau dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Pemerintah juga ingin mempercepat transformasi menuju ekonomi berkelanjutan melalui keterlibatan pelaku IKM.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama industri kendaraan listrik global. Ia menegaskan komitmen tersebut melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 sebagai bagian agenda transisi energi dan industrialisasi nasional. Penguatan struktur industri terus dipercepat agar mampu bersaing di pasar global sekaligus memberi nilai tambah bagi perekonomian.
Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka bersama Direktorat Jenderal ILMATE, Kementerian Investasi/BKPM, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas menggelar kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut. Forum ini diikuti pelaku IKM komponen otomotif, pemerintah daerah, asosiasi, serta industri komponen otomotif nasional. Tujuannya membuka ruang kemitraan strategis dan proses transfer wawasan serta teknologi bagi pengembangan industri dalam negeri.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menjelaskan kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada IKM terkait kebutuhan industri kendaraan listrik termasuk aspek TKDN. Pemerintah berharap ekosistem KBLBB tidak hanya diisi industri besar tetapi juga pelaku skala kecil dan menengah. Penjualan mobil listrik triwulan I 2026 tercatat naik 95,9 persen menjadi 33.150 unit berkat pertumbuhan SPKLU dan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik nasional.