Ketua BAZNAS: Ibadah Idul Adha Dorong Ekonomi dan Kesehatan Umat
teknologi

Ketua BAZNAS: Ibadah Idul Adha Dorong Ekonomi dan Kesehatan Umat

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Sodik Mudjahid menyampaikan pandangan bahwa ajaran Islam melalui kurban, salat, dan puasa membawa manfaat ekonomi, kesehatan, serta sosial. Ia menekankan pentingnya melihat ibadah sebagai upaya membangun kehidupan dunia yang lebih baik.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa ibadah dalam Islam tidak semata urusan akhirat, melainkan juga berdampak langsung pada kehidupan duniawi seperti ekonomi dan kesehatan. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada acara 'Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026' di Balai Ternak Mukti Raharja, Desa Sayana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Rabu (28/5/2026). Ia menilai pandangan ini penting agar umat memahami bahwa beragama membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Sodik menceritakan pengalamannya saat bekerja di IKOPIN pada 1980-an di bidang koperasi dan ekonomi rakyat. Saat itu lembaganya bekerja sama dengan Ghent University dari Belgia, dan seorang profesor bernama Robque pernah berkunjung ke Indonesia serta membahas makna Hari Raya Idul Adha. Profesor tersebut menyatakan bahwa kurban mampu meningkatkan gizi rakyat sekaligus memberi pasar tahunan tetap bagi peternak untuk menghidupkan ekonomi mereka.

Menurut Sodik, pandangan profesor sekuler itu membuktikan bahwa ajaran Islam memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang kuat. Ia menegaskan perlunya pandangan baru tentang beragama, yakni bahwa ibadah bukan hanya hubungan dengan Allah tetapi juga memberikan manfaat duniawi. Selain kurban, Sodik juga menjelaskan bahwa salat dan puasa membawa dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental.

Rukuk yang benar dapat menghindarkan masalah tulang belakang, sementara sujud membuat oksigen lebih banyak masuk ke otak. Puasa pun dinilai membentuk kesehatan individu, mental, dan sosial sehingga masyarakat menjadi lebih sehat, kompak, dan teratur. Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS menegaskan komitmennya untuk mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS tidak hanya berperan sebagai lembaga penyalur bantuan, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekonomi umat yang lebih berkeadilan.