Komandan Intelijen Hamas Mohammad Odeh Tewas Bersama Keluarga di Gaza
Mohammad Odeh alias Abu Amro, komandan intelijen militer Hamas, tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza bersama istrinya serta tiga anak mereka. Israel menilai kematiannya sebagai pukulan besar terhadap upaya kebangkitan militer Hamas.
Mohammad Odeh alias Abu Amro, komandan intelijen militer Hamas, tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza. Ia dilaporkan gugur bersama istrinya serta ketiga anak mereka yang bernama Yasser, Yahya, dan Jamila. Peristiwa ini terjadi setelah Odeh baru diangkat sebagai komandan tertinggi Brigade Al-Qassam sekitar sepekan sebelumnya. Hamas menyebut kematian Odeh sebagai bagian dari perjuangan bersenjata yang telah dijalaninya lebih dari 30 tahun.
Odeh merupakan anggota generasi pertama Brigade Al-Qassam dan ikut membangun fondasi militer Hamas sejak awal berdiri. Ia pernah menjabat kepala departemen manufaktur militer pada 2001 sebelum diangkat menjadi komandan Batalyon Al-Khalifah pada 2009. Selanjutnya Odeh menjabat wakil komandan Brigade Utara serta kepala intelijen tempur di tingkat pusat Hamas. Pada periode 2015 hingga 2020, ia memimpin Brigade Utara Hamas.
Sejak 2022 hingga tewas, Odeh memimpin unit intelijen militer Brigade Al-Qassam dan mengendalikan salah satu berkas paling sensitif dalam organisasi tersebut. Ia menggantikan Izz al-Din al-Haddad yang lebih dulu terbunuh dalam operasi Israel pada 15 Mei 2026. Times of Israel menyebut Odeh sebagai salah satu petinggi Hamas terakhir yang masih bertahan sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023. Israel menuding Odeh berperan besar dalam perencanaan serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.
Hamas dalam pernyataan resminya menyebut Odeh sebagai sosok penting yang bekerja jauh dari sorotan publik. Kelompok itu menyatakan Odeh bangkit teguh di medan perjuangan dan menulis halaman baru kebanggaan dengan darahnya yang murni. Israel menilai kematian Odeh sebagai pukulan besar bagi upaya kebangkitan militer Hamas.