Ledakan Tambang Liushenyu Shanxi Tewaskan 82 Orang, Dugaan Pelanggaran Terungkap
teknologi

Ledakan Tambang Liushenyu Shanxi Tewaskan 82 Orang, Dugaan Pelanggaran Terungkap

CNN Indonesia23 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Ledakan tambang Liushenyu di Shanxi pada 23 Mei menewaskan 82 orang dan melukai lebih dari 120 lainnya. Insiden ini mengungkap dugaan pelanggaran ilegal oleh Tongzhou Group serta memicu kemarahan publik.

Ledakan tambang batu bara Liushenyu terjadi pada Jumat 23 Mei di Provinsi Shanxi, China. Insiden tersebut menewaskan sebanyak 82 orang dan melukai lebih dari 120 lainnya. Tragedi ini disebut sebagai bencana tambang terburuk di China dalam lebih dari 15 tahun terakhir. Kemarahan publik meningkat karena ledakan terjadi di tengah klaim peningkatan standar keselamatan industri tambang.

Shanxi dikenal sebagai pusat industri batu bara China. Ledakan tersebut membangkitkan kembali ingatan publik terhadap era 2000-an ketika kecelakaan tambang mematikan sering terjadi. Di media sosial China, banyak warganet mempertanyakan bagaimana bencana sebesar itu masih bisa terjadi. Salah satu pengguna Weibo menulis bahwa begitu banyak nyawa berharga hilang dan mempertanyakan kapan keselamatan benar-benar menjadi prioritas.

Pihak berwenang China menyatakan penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Namun temuan awal menunjukkan Tongzhou Group melakukan pelanggaran ilegal serius. Dalam konferensi pers pada Sabtu lalu, otoritas berjanji melakukan penyelidikan secara ketat dan menghukum pihak yang bertanggung jawab. Hingga kini Tongzhou Group belum memberikan pernyataan resmi.

Para pengelola Tongzhou Group telah dikenai langkah pengendalian. Seluruh operasi di empat tambang batu bara milik perusahaan di Shanxi diperintahkan berhenti sementara. Media pemerintah melaporkan sebagian pekerja tidak membawa alat pelacak wajib. Cetak biru tambang yang diserahkan perusahaan juga tidak sesuai kondisi sebenarnya di lapangan. Jumlah pekerja di dalam tambang saat ledakan terjadi mencapai dua kali lipat dari angka resmi perusahaan.