Lemhannas Optimis Target Ekonomi RI 8 Persen pada 2029 Tetap Realistis
politik

Lemhannas Optimis Target Ekonomi RI 8 Persen pada 2029 Tetap Realistis

Tribun News26 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen pada 2029 dapat tercapai. Pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal pertama 2026 dinilai sebagai modal penting di tengah ketidakpastian global.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Ace Hasan Syadzily menyampaikan optimisme bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029 masih dapat tercapai. Pernyataan tersebut disampaikan saat Seminar Nasional Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional Angkatan ke-27 yang digelar Lemhannas RI di Jakarta Pusat pada Selasa 26 Mei 2026. Seminar bertema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Penguatan Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Global ini digelar untuk membahas tantangan ekonomi di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

Ace Hasan menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 yang mencapai 5,61 persen menjadi modal penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut dinilai cukup baik untuk terus dijaga agar target 8 persen pada 2029 dapat diraih. Menurutnya tren pertumbuhan saat ini sudah menunjukkan arah positif meskipun ekonomi global mengalami perlambatan.

Dalam kesempatan tersebut Ace Hasan didampingi Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksdya TNI Erwin Aldedharma serta sejumlah tenaga pengajar. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pasar keuangan termasuk penguatan perbankan dan pasar modal. Ace Hasan juga mengingatkan bahwa segala kebijakan tetap harus merujuk pada Pasal 33 UUD 1945.

Indonesia dinilai memiliki modal besar berupa pasar domestik yang kuat serta sumber daya alam yang melimpah untuk menghadapi tekanan global. Ace Hasan menyebut peserta P3N Angkatan ke-27 didorong melahirkan rumusan strategis guna memperkuat ketahanan nasional sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi berkualitas. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu turut hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut.