Minat Investasi Kripto RI Tembus 21 Juta, TRIV Perluas Akses Obligasi AS
Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi kripto terus meningkat meski tekanan global. TRIV Group merespons dengan inovasi produk dan kolaborasi strategis untuk memperluas akses investor.
Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi aset digital terus meningkat di tengah tekanan suku bunga tinggi, inflasi Amerika Serikat, dan ketegangan geopolitik. Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan jumlah investor kripto mencapai 21,37 juta per Maret 2026 atau naik 1,43 persen secara bulanan dibandingkan Februari 2026. TRIV Group merespons tren ini dengan memperkuat ekosistem layanan investasi digital melalui berbagai inovasi dan kolaborasi strategis agar masyarakat lebih mudah mengakses instrumen modern.
Nilai transaksi spot kripto tercatat Rp22,24 triliun sementara transaksi derivatif melonjak 14,26 persen menjadi Rp5,80 triliun. Sepanjang 2025 total transaksi aset kripto nasional mencapai Rp482,23 triliun dan didominasi generasi muda yang semakin literat serta tidak lagi berinvestasi secara FOMO. Pertumbuhan ini mendorong platform crypto exchange untuk terus melakukan ekspansi layanan.
Sejak awal tahun ini TRIV Group meluncurkan Tokenized Bond ETF yang memberikan akses ke Surat Utang Negara dan obligasi Amerika Serikat. Produk tersebut diharapkan membantu investor melakukan diversifikasi portofolio di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi. “Kami melihat kebutuhan investor yang semakin matang dan sadar pentingnya diversifikasi,” jelas Gabriel Rey.
Selain inovasi produk, TRIV bersama Founder Stockwise Andry Hakim meluncurkan media edukasi saham gratis bernama StockWave yang dapat diakses melalui Instagram @stockwaveidn. TRIV juga menjalin kerja sama dengan Indomaret untuk menyediakan Voucher TRIV di seluruh gerainya. Langkah-langkah tersebut menjadi upaya strategis membuka akses edukasi dan investasi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda.