Nasib Tahanan HAM Cina Ezra Jin dan Jimmy Lai Masih Terkatung Usai KTT Trump-Xi
politik

Nasib Tahanan HAM Cina Ezra Jin dan Jimmy Lai Masih Terkatung Usai KTT Trump-Xi

Tribun News26 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Presiden AS Donald Trump mengangkat kasus Pendeta Ezra Jin Mingri dan taipan media Jimmy Lai saat bertemu Xi Jinping, tetapi hingga pertengahan Mei belum ada tindak lanjut konkret. Keluarga kedua tahanan mengucapkan terima kasih atas perhatian Trump meski aktivis melihat peluang tekanan lebih lanjut pada September mendatang.

Dalam konferensi tingkat tinggi dengan Presiden Cina Xi Jinping bulan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sudah menyinggung nasib dua tahanan yaitu pendeta Kristen Ezra Jin Mingri dan taipan media Hong Kong Jimmy Lai. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah perhatian internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Cina. Trump menyampaikan hal ini kepada wartawan pada 15 Mei karena ingin menunjukkan komitmen pemerintahannya terhadap isu tersebut. Namun hingga kini belum ada kepastian pembebasan bagi kedua tahanan.

Mingri merupakan pendiri Gereja Protestan Zion yang ditangkap pada 2025 dan kini ditahan di Guangxi bersama 17 anggota gerejanya sejak Oktober 2025. Sementara itu Lai dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada bulan Februari atas tuduhan kolusi asing dan penghasutan terkait surat kabar Apple Daily. Trump mengatakan Xi akan mempertimbangkan secara serius kasus pendeta tersebut namun menyebut kasus Lai sebagai kasus yang sulit. Ia pun mengaku tidak merasa optimistis terhadap hasil pembicaraan tersebut.

Setelah pernyataan Trump, keluarga kedua tahanan menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS dan Gedung Putih. Grace Jin Drexel putri Pendeta Jin mengatakan sangat berterima kasih karena ayahnya disebut dalam pertemuan penting tersebut. Claire Lai putri Jimmy Lai juga mengucapkan terima kasih atas komitmen pemerintahan Trump untuk membebaskan ayahnya saat menerima Freedom Award pekan lalu. Drexel menambahkan bahwa ia percaya seluruh staf kabinet Trump sedang menindaklanjuti isu ini.

Para aktivis seperti Mark Clifford melihat peluang menekan Cina saat Xi Jinping diundang ke Gedung Putih pada September mendatang. Jin didakwa menggunakan jaringan informasi secara ilegal karena berkhotbah secara daring di gereja bawah tanah yang tidak terdaftar. Drexel mengungkapkan kondisi ayahnya yang menderita diabetes tidak baik di penjara namun ia tetap optimis dengan kehati-hatian. Secara historis Cina memang sangat sulit membebaskan tahanan hati nurani.