Netanyahu: Rezim Iran Ditakdirkan untuk Jatuh
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa rezim Iran akan jatuh dan membayar harga mahal atas peperangan di Timur Tengah. Netayahu mengatakan bahwa fondasi rezim teror di Iran telah retak dan tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa rezim Iran pada akhirnya akan jatuh. Ia juga menilai bahwa Iran sudah membayar "harga" yang sangat mahal atas peperangan dan perseteruan yang terjadi di Timur Tengah sejauh ini.
"Harga yang telah dibayar Iran sejauh ini sangat mahal. Fondasi rezim teror di Iran telah retak. Iran tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya, dan saya katakan kepada Anda, rezim itu ditakdirkan untuk jatuh," ucap Netanyahu dalam unggahan di X, Selasa (2/6).
Netanyahu dikabarkan frustrasi usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belakangan semakin lembek ke Iran demi mencapai kesepakatan dengan negara tersebut. Sejumlah sumber Israel mengatakan bahwa Netanyahu merasa diacuhkan Trump setelah dikesampingkan dari proses negosiasi AS-Iran.
Laporan CNN pada Jumat (29/5), mengungkap bahwa sejak AS-Iran gencatan senjata pada April, Netanyahu berulang kali meminta Trump untuk melanjutkan operasi militer dengan alasan serangan berkelanjutan masih bisa meruntuhkan rezim Teheran. Namun demikian, Gedung Putih tak acuh dan malah bergerak mendekat ke Iran.
Menurut para sumber, Netanyahu cemas bahwa kesepakatan AS-Iran nantinya bakal mengesampingkan kekhawatiran inti Israel, yakni soal uranium Iran serta program rudal dan proksi regional Teheran. "Ada kekhawatiran nyata bahwa Trump akan puas dengan kesepakatan yang buruk," kata salah satu pejabat Israel.
Pilihan Redaksi: Trump Ngamuk ke Netanyahu soal Iran: Kamu Gila! Saya Menolong Anda
Trump Telepon Netanyahu, Desak Israel Setop Serang Hizbullah