Polisi Tokyo Sita Seragam Palsu dari Markas Penipuan di Indonesia
teknologi

Polisi Tokyo Sita Seragam Palsu dari Markas Penipuan di Indonesia

Tribun News18 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Polisi Metropolitan Tokyo menyita seragam dan kartu identitas polisi palsu dari markas penipuan di sekitar Jakarta. Kelompok 13 warga Jepang tersebut menipu korban dengan menyamar sebagai polisi dan merugikan hingga 114 juta yen.

Tokyo Metropolitan Police Department mengungkap seragam polisi palsu dan kartu identitas polisi palsu yang disita dari markas penipuan khusus di Indonesia terkait kasus penipuan yang melibatkan 13 warga negara Jepang. Pengungkapan barang bukti tersebut dilakukan pada Selasa 27 Mei 2026. Kelompok pelaku diduga menjalankan aksi penipuan dengan menyamar sebagai polisi Jepang dan menghubungi korban melalui telepon dari markas mereka di sekitar Jakarta Indonesia. Penyitaan ini dilakukan untuk mengungkap modus operandi yang menargetkan korban lansia di Jepang.

Barang bukti yang dipublikasikan polisi mencakup seragam polisi palsu lengkap serta buku identitas polisi palsu yang diduga diperlihatkan kepada korban melalui panggilan video. Penyidik menduga para pelaku menggunakan identitas palsu aparat kepolisian untuk menakut-nakuti korban dan memanipulasi mereka agar menyerahkan uang. Modus ini memanfaatkan telepon video call hingga dokumen palsu agar korban percaya mereka berurusan dengan aparat kepolisian sungguhan.

Menurut pihak kepolisian 13 pria warga Jepang tersebut diduga melakukan aksi penipuan antara Februari hingga Maret tahun ini. Mereka menipu seorang pria lansia di Jepang dengan berpura-pura sebagai polisi dan berhasil mengambil aset kripto senilai sekitar 9,5 juta yen. Selain kasus tersebut polisi juga menduga kelompok itu telah menipu sedikitnya 12 korban lainnya dengan total kerugian mencapai sekitar 114 juta yen.

Tokyo Metropolitan Police Department kini terus menyelidiki kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik operasi penipuan internasional tersebut. Penyidik juga memeriksa hubungan para tersangka dengan kelompok kriminal lain di Asia Tenggara. Kasus penipuan polisi palsu belakangan menjadi perhatian serius di Jepang karena semakin maraknya modus baru yang melibatkan teknologi video.