Pramugari Senior JAL Mabuk Alkohol, Penerbangan Hiroshima-Haneda Tertunda 40 Menit
teknologi

Pramugari Senior JAL Mabuk Alkohol, Penerbangan Hiroshima-Haneda Tertunda 40 Menit

Tribun News18 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Pramugari senior JAL yang bertugas sebagai chief purser terbukti positif alkohol saat pemeriksaan pra-terbang pada 23 Mei 2026. Akibatnya awak kabin diganti dan penerbangan JAL252 Hiroshima-Haneda tertunda lebih dari 40 menit.

Japan Airlines menghadapi sorotan setelah seorang pramugari senior perempuan yang menjabat sebagai chief purser diketahui mengonsumsi alkohol berlebihan sebelum penerbangan. Insiden ini terjadi pada penerbangan domestik JAL252 rute Hiroshima menuju Haneda pada 23 Mei 2026. Pemeriksaan alkohol yang dilakukan sebelum keberangkatan di bandara menunjukkan adanya kandungan alkohol pada pramugari tersebut. Akibatnya maskapai harus mengganti seluruh awak kabin dan menyebabkan keberangkatan pesawat tertunda lebih dari 40 menit dari jadwal semula.

Investigasi internal JAL mengungkapkan bahwa pramugari tersebut telah mengonsumsi alkohol secara berlebihan di hotel tempatnya menginap sehari sebelum penerbangan. Tindakan ini melanggar peraturan operasional perusahaan yang melarang awak kabin minum alkohol sebelum bertugas. Selain itu pramugari tersebut juga tidak melakukan pemeriksaan alkohol mandiri sebagaimana diwajibkan dalam prosedur maskapai sebelum masuk kerja. Kasus ini langsung dilaporkan ke Kementerian Pertanahan Infrastruktur Transportasi dan Pariwisata Jepang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam kejadian yang sama seorang awak kabin lain juga membatalkan tugasnya setelah melaporkan kondisi kesehatan yang buruk sebelum penerbangan. Kementerian saat ini tengah mengumpulkan berbagai data dari JAL untuk mengetahui detail situasi yang terjadi. Langkah ini diambil agar tidak ada pelanggaran prosedur yang terlewat dalam investigasi.

Kasus ini kembali memunculkan perhatian publik Jepang terhadap disiplin ketat industri penerbangan terkait konsumsi alkohol awak pesawat sebelum bertugas. Jepang sebelumnya beberapa kali mengalami insiden serupa yang berujung pada sanksi berat terhadap maskapai maupun kru penerbangan.