Purbaya Bantah Rupiah Melemah Akibat Kebijakan Fiskal Ugal-Ugalan
ekonomi

Purbaya Bantah Rupiah Melemah Akibat Kebijakan Fiskal Ugal-Ugalan

CNN Indonesia2 jam lalu👁 2 views🤖 AI Rewritten

Menteri Keuangan Purbaya telah membantah anggapan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh kebijakan fiskal pemerintah yang ugal-ugalan. Menurutnya, banyak orang yang menyatakan bahwa rupiah melemah karena kebijakan fiskal pemerintah yang berantakan.

Purbaya menilai kondisi fiskal Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan tahun lalu, terutama dari sisi penerimaan pajak. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak pada 2026 merupakan bentuk capaian reformasi perpajakan yang dilakukannya mulai memberikan hasil. "Reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan yang amat signifikan, sehingga anggaran kita amat aman," ujar Purbaya.

Ia menegaskan bahwa urusan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah merupakan kewenangan Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral. "Kalau masalah nilai tukar, bank sentral adalah ahlinya. Kita serahkan ke bank sentral," ujar Purbaya.

Purbaya juga menilai bahwa pelemahan rupiah yang mendekati level Rp18 ribu per dolar AS dipengaruhi oleh berbagai isu dan rumor yang beredar di pasar. Ia menyatakan bahwa salah satu rumor yang tidak benar adalah kabar bahwa pemerintah meminta perbankan melakukan stress test dengan asumsi kurs rupiah di atas Rp18 ribu per dolar AS.

Ia menegaskan bahwa fokus kewajibannya saat ini adalah menjaga fondasi ekonomi agar tetap kuat dan tumbuh lebih cepat. Menurutnya, pada akhirnya pergerakan nilai tukar akan ditentukan oleh kekuatan fundamental ekonomi suatu negara. "Pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi saya fokusnya di situ," ujar Purbaya.

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.966 per dolar AS pada perdagangan Rabu (3/6) sore. Mata uang Garuda melemah 128 poin atau 0,71 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.