Purbaya Bingung Soal Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra Sebut Hal Biasa
politik

Purbaya Bingung Soal Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra Sebut Hal Biasa

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak tahu soal penggunaan APBN untuk hewan kurban Presiden Prabowo dan meminta agar ditanyakan ke Mensesneg. Sementara itu, Sugiat Santoso menegaskan praktik tersebut sudah dilakukan presiden-presiden sebelumnya dan merupakan hal yang wajar.

Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk pengadaan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ketidaktahuannya pada Rabu 27 Mei 2026 di Jakarta. Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai melaksanakan salat Iduladha di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Ia menegaskan belum memeriksa asal-usul anggaran tersebut dan menduga alokasi berada di bawah wewenang Kementerian Sekretariat Negara. Purbaya juga menambahkan bahwa kemungkinan dana tersebut berasal dari uang pribadi.

Bertolak belakang dengan sikap Menkeu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso justru membela penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden. Menurutnya, setiap kepala negara memang memiliki alokasi anggaran khusus untuk program sosial kemasyarakatan. Sugiat menjelaskan bahwa bantuan tersebut mencakup berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan fasilitas publik, bukan hanya pada momentum hari raya. Ia meminta masyarakat tidak reaktif dan melihat manfaat program tersebut secara keseluruhan.

Pada Iduladha 1447 Hijriah atau 2026, Presiden Prabowo menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi berbobot jumbo antara 800 kg hingga 1,3 ton ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kotamadya di Indonesia. Sugiat menegaskan bahwa praktik ini bukan hal baru karena presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama secara terus-menerus. Ia menyebut penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden sebagai bagian dari kenegaraan yang lumrah dan sudah berlangsung lama.

Politikus Fraksi Partai Gerindra tersebut menambahkan bahwa bantuan presiden kepada rakyat memiliki cakupan luas dan rutin disalurkan setiap tahun. Sugiat meminta agar program ini dinilai dari sisi nilai manfaatnya bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap presiden memang dibekali anggaran untuk membantu masyarakat dalam berbagai bentuk.