Ratu Farah Diba Masih Hidup di Apartemen Paris Setelah 47 Tahun
Ratu Farah Diba meninggalkan Iran pada 16 Januari 1979 setelah revolusi dan kini memasuki tahun ke-47 pengasingannya di Paris. Ia tetap mengikuti perkembangan seni dan budaya Iran meski belum pernah kembali ke tanah kelahirannya.
Ratu Farah Diba, permaisuri terakhir Iran, masih hidup dan tinggal di Paris hingga saat ini. Ia meninggalkan Iran pada 16 Januari 1979 bersama Shah Reza Pahlavi setelah revolusi meletus dan rezim monarki runtuh. Kepergian itu terjadi karena Iran berganti menjadi negara teokrasi. Kini memasuki tahun ke-47 pengasingannya, Farah Diba belum pernah menginjakkan kaki lagi di Iran sejak saat itu. Ia lahir di Teheran pada 14 Oktober 1938 sebagai anak tunggal Sohrab Diba dan Farideh Ghotbi.
Farah Diba tinggal sendirian di apartemen mewah di Paris dengan pemandangan luas melintasi Sungai Seine. Ia mengaku akan dengan senang hati menukar pemandangan itu dengan satu pandangan terakhir ke kampung halamannya. Meski jauh dari Iran, permaisuri itu tetap mengikuti perkembangan seni dan kebudayaan di negara asalnya. Selama 20 tahun masa jabatannya, ia menjadi pelindung 12 lembaga seni dan memimpin 26 organisasi pendidikan, kesehatan, olahraga, serta budaya.
Farah berasal dari keluarga kaya Iran dan pergi ke Prancis untuk kuliah di Ecole d'Architecture pada 1959. Ia bertemu Mohammad Reza Shah Pahlavi pada sebuah resepsi kedutaan. Pertunangan mereka diumumkan pada 1 Desember dan pernikahan dilangsungkan tiga minggu kemudian pada 20 Desember 1959. Dari pernikahan itu, Farah melahirkan Putra Mahkota Reza pada 1960, Putri Farahnaz pada 1963, Pangeran Alireza pada 1966, serta Putri Leila pada 1970.
Ratu Farah Diba tetap berpegang teguh pada keyakinannya bahwa mimpinya untuk kembali ke Iran akan terwujud. Ia menghabiskan hari-hari di pengasingan dengan kenangan akan peran aktifnya dalam bidang seni dan budaya selama menjadi permaisuri.