Rupiah Anjlok ke Rp 17.859, Purbaya Sebut Tak Masuk Akal
Rupiah kembali melemah dan menyentuh level Rp 17.859 per dolar AS. Menteri Keuangan Purbaya menyebut kondisi tersebut tidak logis bila fundamental ekonomi benar-benar aman.
Rupiah kembali melemah dan mencatatkan rekor baru dengan menyentuh level Rp 17.859 per dolar AS. Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa pelemahan tersebut tidak masuk akal jika fundamental ekonomi Indonesia benar-benar aman. Ia juga menyebut angka Rp 17.800 sebagai level yang membuatnya stres karena dianggap berlebihan. Kondisi ini terjadi di tengah penguatan dolar AS yang semakin ganas dan menembus Rp 17.858.
Purbaya menyatakan bahwa pergerakan rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya. Menurutnya, tekanan yang dialami mata uang domestik lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal ketimbang masalah dalam negeri. Ia menekankan bahwa jika semua indikator ekonomi tetap solid, maka pelemahan sebesar ini tidak seharusnya terjadi.
Meski demikian, Purbaya tetap optimistis bahwa rupiah akan menguat secara signifikan dalam waktu dekat. Ia meyakini bahwa koreksi nilai tukar tidak akan berlangsung lama dan akan segera membaik. Keyakinan ini disampaikan di tengah fluktuasi pasar yang terus memantau perkembangan nilai rupiah.
Pernyataan Purbaya muncul ketika rupiah terus mencetak rekor terendah baru dalam beberapa hari terakhir. Ia menilai bahwa pasar seharusnya lebih memperhatikan data fundamental ketimbang hanya mengikuti sentimen jangka pendek. Dengan demikian, ia berharap kepercayaan terhadap rupiah dapat segera pulih.