Telkom Tampilkan Kinerja yang Mengagumkan di Q1 2026
teknologi

Telkom Tampilkan Kinerja yang Mengagumkan di Q1 2026

CNN Indonesia1 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) baru saja mengumumkan kinerja keuangan pada kuartal pertama tahun 2026. Menurut informasi yang diterima, perusahaan ini membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5% YoY. Ini merupakan hasil dari strategi transformasi TLKM 30 yang telah dilakukan oleh Telkom.

Selain itu, laba bersih perusahaan juga meningkat menjadi Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih 11,7%. Meskipun demikian, kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi. Namun, ini hanya merupakan tekanan transisional dan non-cash, sehingga tidak mengganggu kinerja operasional yang stabil.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini juga menekankan bahwa tahun ini perusahaan akan terus mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi penciptaan value yang optimal. "Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara," tutur Dian.

Dalam beberapa segmen bisnis, Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3% YoY. Payload data juga meningkat 2,3% YoY, didukung upaya memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan.

Strategi disiplin harga, penyederhanaan produk, serta menghadirkan pengalaman terbaik pelanggan terbukti mendorong pertumbuhan ARPU menjadi Rp45.100 atau naik 6,4% YoY. Hal ini mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat, dan kondisi industri yang lebih stabil.

Telkomsel menyatakan akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle. Menurut Dian, dari sisi pasar saat ini, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet yang sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan kualitas jaringan dan pelayanan yang prima.