Totebag: Ilusi Ramah Lingkungan yang Berubah Jadi Sampah Baru
teknologi

Totebag: Ilusi Ramah Lingkungan yang Berubah Jadi Sampah Baru

CNN Indonesia2 jam lalu👁 5 views🤖 AI Rewritten

Totebag dan Ilusi Ramah Lingkungan yang Berujung Jadi Sampah

Jakarta, CNN Indonesia – Laci meja makan di rumah Aisyah (29) sudah tidak bisa ditutup rapat. Bukan karena penuh stok makanan, melainkan karena jejalan tas belanja kain atau totebag berwarna-warni yang mencuat keluar. Pegawai swasta di Jakarta ini mengaku punya lebih dari 100 buah totebag di rumahnya.

"Jujur, sampai sekarang masih sering lupa bawa dari rumah (kalau mau belanja) karena belum terbiasa. Akhirnya pas di kasir minimarket terpaksa beli lagi, beli lagi. Harganya cuma tiga ribu rupiah, tapi lama-lama menumpuk dan makan tempat," keluh Aisyah saat berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Cerita Aisyah ini merupakan potret jamak masyarakat urban pasca-pemberlakuan larangan kantong plastik sekali pakai di kawasan Jabodetabek beberapa tahun lalu. Totebag seketika naik kasta menjadi pahlawan lingkungan baru. Mulai dari belanja ke supermarket, membeli kopi, hingga datang ke seminar, kita semua hampir selalu pulang membawa tas jinjing ini warna-warni ini.

Namun, alih-alih menyelamatkan bumi, kepungan totebag ini justru melahirkan masalah ekologi baru, yakni overproduksi limbah tekstil artifisial. Banyak orang keliru menganggap semua totebag ramah lingkungan karena teksturnya yang mirip kain. Faktanya, mayoritas tas belanja yang dijual murah di kasir atau dijadikan pembungkus bingkisan (goodie bag) justru berbahan spunbond.

Mengutip Meditex, secara teknis, spunbond adalah kain non-tenun (non-woven) yang terbuat dari biji plastik polipropilen yang dipanaskan dan disemprotkan menjadi serat-serat halus hingga membentuk lembaran. Sederhananya, spunbond adalah plastik yang menyamar sebagai kain.

Jeanny Primasari, salah satu penggagas Zero Waste Nusantara sekaligus founder Khaya Heritage, meluruskan salah kaprah terkait totebag berbahan spunbond yang kerap dianggap ramah lingkungan. Menurutnya, spunbond justru menyimpan bahaya yang lebih laten dibanding kantong kresek biasa.