Trump Sempat Lagi Inginkan Greenland, Kini Fokus Pada Deal dengan Iran
Greenland kembali menjadi perhatian Presiden Donald Trump ketika Amerika Serikat sedikit lagi diharapkan bisa mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari lalu dengan Iran melalui kesepakatan. Sebelum meluncurkan serangan gabungan dengan Israel ke Iran, Trump sempat membuat Denmark dan negara Eropa "kebakaran jenggot" karena berulang kali mengungkapkan niat membeli hingga mencaplok Greenland.
Namun, isu ini sempat meredup ketika perhatian Trump terfokus pada perang AS ke Iran yang tampaknya tidak berjalan sesuai rencana sang presiden. Ketika perang AS dan Iran "hampir rampung", Trump kembali mengungkit permasalahan dengan Greenland. Ia mengunggah gambar buatan AI dirinya pada 22 Mei yang memperlihatkan sosoknya yang raksasa tengah mengintip kawasan pegunungan di Greenland.
Foto itu lengkap dengan keterangan caption "Hello, Greenland!" Hal ini terjadi ketika AS membuka konsulat baru dan mengirim utusan khusus ke wilayah Arktik yang dimiliki Denmark tersebut. Para pendukung Trump menilai ada nilai strategis jika Greenland menjadi bagian dari AS mengingat lokasi geografisnya serta kekayaan minyak, uranium, dan mineral langka lainnya yang dimiliki wilayah tersebut.
Menurut survei Pew Research Center yang dirilis awal tahun ini, warga Amerika tampaknya tidak terlalu tertarik dengan gagasan itu. Survei tersebut menemukan 58 persen warga dewasa AS menolak pengambilalihan pulau itu, sementara 21 persen mendukung ide tersebut. Sekitar 20 persen lainnya menyatakan tidak yakin.
Pilihan Redaksi
Sejarah Kapal Induk AS, Modif Pengangkut Batu Bara hingga Era Nuklir
Dino Patti Djalal Soroti Kunker Luar Negeri Prabowo, Bakom Buka Suara
Israel Ketar-ketir jika AS dan Iran Deal Setop Perang