5 Penyebab Ilmiah di Balik 'Muka Boros' yang Bikin Terlihat Lebih Tua
kesehatan

5 Penyebab Ilmiah di Balik 'Muka Boros' yang Bikin Terlihat Lebih Tua

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Pernah mendengar istilah 'muka boros'? Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang wajahnya terlihat lebih tua dibanding usia sebenarnya. Dalam dunia dermatologi, kondisi tersebut dikenal sebagai premature aging atau penuaan dini pada kulit wajah.

Penuaan memang merupakan proses alami. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup dan faktor lingkungan dapat membuat tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat dari usia biologis seseorang. Berikut beberapa penyebab wajah terlihat lebih tua yang dirangkum dari berbagai penelitian:

Paparan sinar matahari jadi penyebab terbesar

Paparan sinar ultraviolet (UV) disebut sebagai salah satu faktor eksternal terbesar penyebab penuaan kulit. Studi Decoding Skin Aging: A Review of Mechanisms, Markers and Therapies menjelaskan bahwa sinar UV dapat memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS), merusak DNA kulit, hingga mempercepat kerusakan kolagen dan elastin. Akibatnya, kulit lebih cepat mengalami keriput, muncul flek hitam, tekstur kulit menjadi kasar, dan elastisitas menurun sehingga wajah tampak lebih tua.

Stres kronis bikin wajah tampak lelah

Bukan hanya kesehatan mental yang terdampak, stres kronis juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Studi Effects of Psychological Stress on Skin Aging menyebut stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol, memicu oxidative stress, hingga mengganggu skin barrier. Kondisi ini membuat produksi kolagen menurun dan kulit lebih mudah kehilangan kelembapan. Dampaknya, wajah terlihat lebih kusam, kering, dan garis-garis halus muncul lebih cepat.

Kurang tidur membuat wajah tampak lebih tua

Istilah beauty sleep ternyata bukan sekadar mitos. Kurang tidur secara terus-menerus berkaitan dengan gangguan regenerasi kulit, dehidrasi, dan peningkatan oxidative stress. Saat tidur, tubuh membantu proses perbaikan sel kulit, menjaga hidrasi, dan mengatur regenerasi epidermis. Ketika kualitas tidur buruk, wajah biasanya lebih mudah terlihat kusam, mata cekung, dan tampak lelah.

Rokok mempercepat kerusakan kulit

Merokok juga menjadi salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan penuaan kulit. Dengan mengeluarkan asap rokok, tubuh kehilangan kemampuan untuk menangkap oksigen dan nutrisi penting lainnya. Hal ini menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit, sehingga kulit menjadi lebih kering, kasar, dan terlihat tua.

Konsumsi gula berlebihan mempercepat penuaan kulit

Kandungan gula dalam makanan dapat menyebabkan produksi radikal bebas yang berlebihan. Radikal bebas inilah yang kemudian menyerang sel-sel kulit dan merusak jaringan elastin dan kolagen, sehingga kulit menjadi lebih kusam dan terlihat tua.