7 Tanda Gaslighting yang Sering Tak Disadari dan Mengancam Kesehatan Mental
kesehatan

7 Tanda Gaslighting yang Sering Tak Disadari dan Mengancam Kesehatan Mental

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Jakarta, CNN Indonesia – Gaslighting merupakan bentuk pelecehan emosional yang sering muncul dalam interaksi sehari-hari. Meskipun tidak selalu hadir dalam bentuk konflik besar atau pertengkaran terbuka, gaslighting tetap dapat menyebabkan kerusakan psikologis pada korban. Menurut ahli, dampak jangka panjang gaslighting tidak hanya berhenti pada emosi, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental.

Salah satu tanda gaslighting yang sering tidak disadari adalah ketika seseorang terus-menerus memotong pembicaraan. Sekilas tampak sepele, tetapi ini bisa menjadi bentuk pengabaian terhadap suara dan pendapat dalam interaksi. Melansir dari Your Tango, sebuah studi yang diterbitkan dalam Organizational Behavior and Human Decision Processes menjelaskan bahwa perilaku gaslighting menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pemikiran dan pendapat pembicara. Ketika hal ini terjadi berulang, seseorang bisa merasa tidak didengar dan kehilangan kepercayaan diri untuk berbicara.

Selain itu, gaslighting juga kerap muncul dalam bentuk pengabaian terhadap kebutuhan emosional seseorang. Ketika seseorang mengungkapkan perasaan, respons yang muncul justru meremehkan atau menganggap itu terlalu sensitif. Akibatnya, seseorang bisa mulai meragukan validitas perasaan sendiri. Orang pun terbiasa menekan emosi mereka dan merasa tidak pantas menyampaikan apa yang sebenarnya dipikirkan dan rasakan.

Ada beberapa tanda gaslighting lain yang sering tidak disadari, yaitu tidak menepati janji atau komitmen, melontarkan komentar yang merendahkan, melanggar batasan pribadi, memanipulasi dengan rasa bersalah, hingga mempermalukan di depan umum. Gaslighting dapat menyebabkan korban kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak berharga, dan sulit membedakan mana yang benar-benar ia rasakan dan mana yang dibentuk oleh orang lain.

Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, kita dapat melindungi diri dari manipulasi emosional dan menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan. Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa gaslighting tidak selalu hadir dalam bentuk konflik besar atau pertengkaran terbuka, tetapi sering muncul secara halus dalam interaksi sehari-hari.