Aplikasi China 'Hidup atau Mati' Kini Jadi Penyelamat Lansia dengan Dukungan Pemerintah
Aplikasi asal China yang viral pada Januari 2026 karena namanya kini diubah menjadi alat keselamatan lansia dengan fitur check-in harian dan tombol SOS. Aplikasi ini dikembangkan tiga pemuda China dan mendapat dukungan pemerintah setelah uji coba di Nanxing, Hangzhou.
Aplikasi asal China yang sempat menuai kontroversi akibat namanya yang berarti 'hidup atau mati' kini berubah menjadi alat keamanan bagi lansia yang didukung pemerintah. Aplikasi tersebut dikembangkan oleh tiga pemuda China dengan bantuan kecerdasan buatan dan sempat viral pada Januari 2026. Lima bulan kemudian, aplikasi ini ditransformasi untuk membantu keselamatan lansia di China, khususnya setelah uji coba di Nanxing, Hangzhou, Provinsi Zhejiang, karena potensi nilai sosialnya yang diakui pejabat distrik Shangcheng pada 29 Januari.
Penggunaan aplikasi ini sangat sederhana dengan menampilkan tombol hijau besar di layar yang harus disentuh setiap hari untuk mengonfirmasi bahwa pengguna masih hidup. Jika tidak ada check-in selama dua hari berturut-turut, aplikasi akan mengirim pesan ke kontak darurat. Kini desainnya disederhanakan dengan tambahan fitur anti-sentuhan tak sengaja serta tombol SOS untuk situasi darurat.
Aplikasi yang sempat merajai daftar aplikasi berbayar terbaik di China, Singapura, Thailand, dan Australia itu dikembangkan dalam waktu satu bulan dengan biaya hanya 1.500 yuan atau setara Rp3,95 juta. Pengguna lansia bernama Fan mengaku desain aplikasi ini sederhana sehingga mudah digunakan. Mekanisme kerjanya tetap sama, yakni memberi tahu anak atau kontak darurat jika check-in gagal dilakukan selama dua hari berturut-turut.
Aplikasi tersebut terinspirasi dari ketakutan pengembang saat berjalan pulang sendirian larut malam dan kini diubah namanya menjadi ćšććšć (zaime zaime) yang berarti 'Apakah Anda di sini?'. Transformasi ini membuatnya menjadi indikator keselamatan yang didukung pemerintah China. Uji coba pada lansia di Nanxing, Hangzhou, Provinsi Zhejiang menunjukkan respons positif terhadap kemudahan penggunaannya.