Enrique Riquelme Serang Florentino Perez soal Nihil Pemain Real Madrid di Piala Dunia 2026
Enrique Riquelme mengkritik Florentino Perez soal renovasi Bernabeu senilai 1,7 miliar euro dan nihilnya pemain Real Madrid di Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026. Ia juga menantang debat terbuka soal privatisasi klub serta menjanjikan dua pemain bintang dan pelatih baru jika menang pemilu.
Enrique Riquelme melancarkan serangan terbuka terhadap Florentino Perez menjelang pemilihan presiden Real Madrid yang akan digelar pada 7 Juni mendatang. Calon presiden berusia 37 tahun itu menjadikan absennya seluruh pemain Real Madrid dari skuad Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026 sebagai senjata utama kampanyenya. Kritik tersebut dilontarkan karena untuk pertama kalinya dalam sejarah tidak ada satu pun pemain Madrid yang dipanggil Luis de la Fuente, sementara Barcelona menyumbang delapan pemain. Riquelme menilai situasi ini sebagai bukti kegagalan kepemimpinan Perez dalam membangun tim yang kompetitif di level internasional.
Riquelme juga menyoroti renovasi Santiago Bernabeu yang menghabiskan biaya 1,7 miliar euro. Ia mengklaim renovasi tersebut justru menurunkan kenyamanan penonton karena kursi semakin sempit dan rapat serta proses pembelian minuman yang memakan waktu lama. Selain itu, ia mempertanyakan pengeluaran Real Madrid TV yang mencapai 45 juta euro per tahun dan menyebut klub mengalami kerugian sekitar 80 juta euro per tahun tanpa penjualan aset. Menurutnya, kondisi finansial klub tidak sebaik yang ditampilkan manajemen saat ini.
Isu privatisasi klub menjadi sorotan lain yang diangkat Riquelme. Ia menantang Florentino Perez untuk membawa proposal privatisasi tersebut dan melakukan debat terbuka di hadapan para socios. Riquelme menegaskan bahwa setelah debat, para anggota klub dapat menentukan pilihan secara langsung. Ia juga menilai Perez terlalu sering mengabaikan kepentingan anggota klub dalam pengambilan keputusan strategis.
Dalam kampanyenya, Riquelme berjanji merekrut dua pemain bintang serta mendatangkan pelatih baru jika berhasil memenangkan pemilihan presiden. Ia memanfaatkan absennya pemain Madrid di skuad Spanyol sebagai bukti perlunya perubahan besar di klub. Langkah ini diambil untuk meyakinkan para pemilih bahwa kepemimpinan baru akan membawa Real Madrid kembali ke jalur yang lebih baik.