Fajar/Fikri Akui Bermain Kurang Maksimal meski Lolos 16 Besar Singapore Open
olahraga

Fajar/Fikri Akui Bermain Kurang Maksimal meski Lolos 16 Besar Singapore Open

CNN Indonesia20 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Fajar/Fikri mengaku bermain tidak maksimal saat menang 15-21, 21-17, 21-15 atas Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen di babak pertama Singapore Open 2026. Mereka banyak melakukan kesalahan sendiri dan harus bangkit dari ketertinggalan untuk lolos ke 16 besar.

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengaku bermain tidak maksimal meski berhasil lolos ke babak 16 besar Singapore Open 2026. Mereka menundukkan pasangan Taiwan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen dengan skor 15-21, 21-17, 21-15 di babak pertama yang digelar di Singapore Indoor Stadium, Singapura, pada Rabu, 27 Mei 2026. Kemenangan ini diraih setelah Fajar/Fikri sempat tertinggal jauh akibat banyak melakukan kesalahan sendiri di awal pertandingan. Pasangan tersebut mengakui bahwa performa mereka belum optimal sepanjang laga.

Fajar menjelaskan bahwa gim pertama menjadi pelajaran berharga bagi mereka. Mereka sempat memimpin 12-9 sebelum kehilangan momentum karena lawan mencetak 10 poin beruntun. Menurut Fajar, banyak unforced error yang dilakukan membuat situasi semakin sulit. Ia juga mengaku sempat terburu-buru dan panik saat mencari strategi yang tepat di awal gim kedua.

Pelatih terus memberikan instruksi agar Fajar/Fikri mempercepat tempo permainan. Hal itu dilakukan karena pasangan Taiwan bermain sangat solid dalam bertahan sebelum melakukan serangan balik. Fajar mengatakan mereka terus memaksa lawan untuk bermain adu drive meski penempatan bola Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen menyulitkan. Situasi tersebut membuat mereka harus bekerja keras sepanjang pertandingan.

Fikri menambahkan bahwa kunci kemenangan adalah kemampuan mempertahankan kepercayaan diri meski tertinggal jauh di awal gim kedua. Momentum kebangkitan itu menjadi titik balik yang membuat mereka kembali mengendalikan jalannya pertandingan. Ia mengaku sempat meyakinkan diri sendiri dan partner untuk keluar dari tekanan sebelum akhirnya berhasil membalikkan keadaan.