Hizbullah Hancurkan Buldoser D9 dan Pengangkut Lapis Baja Israel di Haddatha
teknologi

Hizbullah Hancurkan Buldoser D9 dan Pengangkut Lapis Baja Israel di Haddatha

Tribun News7 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Hizbullah berhasil menggagalkan empat upaya maju pasukan Israel ke Haddatha dengan meledakkan IED dan menghancurkan kendaraan tempur. Rekaman menunjukkan pertempuran jarak dekat serta pengawasan intelijen ketat selama operasi tersebut.

Hizbullah merilis rekaman video yang mendokumentasikan serangan balasan terhadap pasukan Israel di kota Haddatha, Lebanon selatan, pada periode 19 hingga 20 Mei. Kelompok perlawanan tersebut mengklaim berhasil menggagalkan upaya keempat pasukan Israel untuk memasuki wilayah itu setelah tiga percobaan sebelumnya gagal. Video ini dirilis oleh Media Militer Hizbullah pada Rabu 27 Mei 2026 dan menampilkan konfrontasi sengit yang melibatkan pejuang Hizbullah dengan dukungan intelijen ketat.

Pertempuran terjadi di jalur Haddatha-Rsheif setelah pasukan Israel bergerak pada malam 20 Mei untuk memperluas kendali di kawasan tersebut. Rekaman memperlihatkan pengawasan pergerakan kendaraan tempur dan buldoser militer Israel oleh Hizbullah sebelum pejuang bersiap dengan senapan mesin berat serta granat berpeluncur roket. Percakapan antarpejuang terdengar saat jet tempur Israel melancarkan serangan udara untuk mendukung unit darat mereka.

Hizbullah mengklaim meledakkan alat peledak improvisasi terhadap pasukan yang maju sebelum baku tembak jarak dekat terjadi. Video menampilkan buldoser militer D9 milik korps teknik Israel serta pengangkut personel lapis baja yang rusak berat dan terbakar di medan perang. Seorang pejuang Perlawanan berdiri di samping puing-puing buldoser yang hancur dan menyatakan bahwa Israel tidak akan memiliki tank atau buldoser tersisa.

Di akhir rekaman, Hizbullah menyebut Haddatha sebagai simbol kekalahan baru bagi musuh. Kelompok tersebut menegaskan bahwa wilayah Lebanon selatan tetap menjadi medan perlawanan dengan kesiapan tempur penuh para pejuang di lapangan. Pernyataan tersebut disertai harapan bahwa seluruh negeri akan dibebaskan.