Iran Tegaskan Gencatan Senjata di Lebanon Jadi Syarat Deal dengan AS
Pada Senin (1/6), Iran menegaskan kembali bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan syarat utama bagi setiap kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang. Ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam konferensi pers mingguan di Teheran.
"Gencatan senjata di Lebanon merupakan syarat penting bagi setiap kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang," kata Baqaei. "Kami akan mengambil seluruh langkah untuk mendukung Lebanon dan perlawanan terhadap agresi ilegal rezim Zionis."
Baqaei juga menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata setelah eskalasi singkat semalam yang melibatkan serangan AS terhadap sebuah menara telekomunikasi di kota pelabuhan Iran bagian selatan. Garda Revolusi Iran bahkan menargetkan pangkalan AS yang menjadi asal serangan tersebut.
"Iran tidak mencari konsesi dalam pertukaran pesan dengan Washington," kata Baqaei seperti dikutip AFP. "Kami akan mengambil langkah apa pun yang kami anggap perlu untuk mempertahankan keamanan nasional Iran."
Pernyataan ini juga muncul ketika Teheran dan Washington terus saling bertukar pesan dalam upaya merampungkan kerangka kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang. Meski AS dan Iran sedang dalam tahap negosiasi, situasi masih cenderung rapuh dan rawan lantaran kedua belah pihak masih belum melunak bahkan sempat saling melancarkan serangan.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada Senin setelah militer Israel menguasai Kastil Beaufort yang berasal dari era abad pertengahan ini. Pilihan Redaksi juga melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersumpah akan melancarkan operasi militer yang lebih jauh dan dalam lagi di Lebanon.