Istana Tegaskan 1.098 Sapi Kurban Presiden dari APBN untuk Bantu Masyarakat
Istana memastikan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari APBN sebagai bantuan resmi pemerintah. Program ini sudah berlangsung sejak era SBY-Jokowi dan ditujukan untuk membantu masyarakat.
Istana memberikan penjelasan resmi terkait 1.098 sapi kurban yang disiapkan Presiden Prabowo. Penjelasan ini muncul menyusul polemik penggunaan dana APBN untuk kegiatan kurban tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program bantuan masyarakat yang sudah berjalan lama. Langkah tersebut dilakukan untuk menyambut Idul Adha 1447 H.
Bantuan sapi kurban tersebut disalurkan melalui mekanisme serah terima virtual yang diikuti Pemprov Kepulauan Bangka Belitung. Presiden Prabowo menyalurkan hewan kurban ini sebagai bentuk dukungan langsung kepada masyarakat. DPR menilai penggunaan APBN untuk program ini sah karena tujuannya membantu warga. Gerindra juga membenarkan bahwa praktik serupa telah dilakukan sejak era pemerintahan SBY dan Jokowi.
Program ini dinilai sebagai kelanjutan kebijakan pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat. Istana menekankan bahwa dana APBN yang digunakan sudah sesuai aturan dan bukan hal baru. Pemerintah berharap bantuan tersebut meringankan beban masyarakat dalam merayakan Idul Adha. Serah terima virtual dilakukan agar distribusi bisa menjangkau lebih banyak daerah secara efisien.
DPR menyatakan dukungan terhadap program bantuan kurban ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Gerindra menegaskan bahwa kebijakan tersebut konsisten dan telah berlangsung lintas pemerintahan. Istana memastikan seluruh proses berjalan transparan dan sesuai ketentuan anggaran negara. Dengan demikian, 1.098 sapi kurban tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah membantu umat dalam merayakan hari besar keagamaan.