Kemenhaj Siagakan Tim MCR di Jamarat untuk Lindungi Jemaah Haji
Kemenhaj memperkuat perlindungan jemaah dengan menempatkan tim MCR di titik strategis Jamarat. Tim ini siap memberikan evakuasi darurat dan mengatasi kepadatan selama lontar jumrah.
Kementerian Haji dan Umrah menyiagakan tim Mobile Crisis Rescue atau MCR di kawasan Jamarat pada fase Mina untuk memperkuat perlindungan jemaah haji Indonesia. Langkah ini diambil menjelang pelaksanaan lontar jumrah yang dimulai pada 11 Dzulhijjah 1447 H. Tim tersebut disiapkan agar setiap kondisi darurat dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi di tengah kepadatan jemaah.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menjelaskan bahwa MCR merupakan tim khusus yang bertugas memberikan pertolongan pertama serta melakukan evakuasi darurat. Penempatan posko dilakukan di titik-titik strategis area Jamarat dan rute perlintasan jemaah. Tujuannya adalah memantau situasi secara langsung sekaligus merespons kebutuhan jemaah yang mengalami kelelahan ekstrem atau tersesat.
Maria menegaskan bahwa MCR juga membantu jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas selama puncak ibadah haji berlangsung. Keberadaan tim ini menjadi bagian dari upaya memastikan pelindungan jemaah di jalur pergerakan dan pos pantau. Setiap jemaah yang membutuhkan bantuan diharapkan dapat segera ditangani tanpa menunggu lama.
Pada 11 Dzulhijjah pelaksanaan lontar jumrah dijadwalkan dalam dua sesi yakni pukul 17.00 sampai 24.00 waktu Arab Saudi dan sesi kedua pada 12 Dzulhijjah pukul 00.00 sampai 04.00. Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditetapkan bagi masing-masing kloter. Jemaah juga dilarang melaksanakan lontar di luar waktu resmi yang telah ditentukan.