Khatami Tegaskan Iran Tak Tunduk pada AS dalam Khotbah Idul Adha
politik

Khatami Tegaskan Iran Tak Tunduk pada AS dalam Khotbah Idul Adha

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Umat Muslim Iran merayakan Idul Adha 1447 Hijriah dengan khotbah tegas Ayatollah Seyed Ahmad Khatami di Universitas Tehran. Ia menolak dialog AS dan menyoroti armada kemanusiaan Sumud untuk Gaza.

Umat Muslim di seluruh penjuru Iran merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026). Di Tehran, ibu kota Iran, pelaksanaan salat Idul Adha dipusatkan di Universitas Tehran dan dipimpin langsung oleh ulama senior Ayatollah Seyed Ahmad Khatami. Jemaah yang hadir tidak hanya dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga diikuti oleh sejumlah besar pejabat tinggi politik dan militer negara tersebut. Khotbah tersebut menyampaikan pesan geopolitik yang tegas kepada ribuan jemaah.

Dalam khotbahnya, Ayatollah Seyed Ahmad Khatami menegaskan bahwa musuh-musuh bangsa Iran tidak akan pernah bisa mencapai tujuan mereka untuk mempermalukan atau meruntuhkan harga diri Iran. Ia secara khusus menyentil sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berada di Gedung Hitam. Menurut Khatami, pemimpin tersebut keliru jika mengira bisa mendikte Iran melalui tawaran dialog yang sebenarnya bukan negosiasi tulus.

Khatami menekankan bahwa tunduk pada penghinaan adalah puncak dari keburukan. Ia menyatakan musuh menginginkan kehancuran martabat bangsa Iran, tetapi ambisi itu akan mereka bawa sampai ke liang kubur. Pesan tersebut sejalan dengan pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, sehari sebelumnya kepada para jemaah haji tentang keteguhan masyarakat yang telah menggagalkan strategi musuh.

Selain isu diplomasi, khotbah Idul Adha tersebut juga menyoroti pembentukan armada kapal kemanusiaan Sumud yang berlayar dari berbagai belahan dunia untuk mendukung warga Gaza, Palestina. Menurut Khatami, aksi armada ini menunjukkan gerakan kemanusiaan yang digerakkan oleh nilai-nilai universal demi membela warga Gaza yang tertindas. Kehadiran armada tersebut kembali mempertegas watak kriminal rezim Israel di mata internasional.