KOVO Tambah Pertandingan Liga Voli Putri Korea demi Pemain Lokal
olahraga

KOVO Tambah Pertandingan Liga Voli Putri Korea demi Pemain Lokal

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

KOVO akan menambah jumlah pertandingan fase reguler Liga Voli Putri Korea sebagai alternatif usulan pembatasan pemain asing. Langkah ini bertujuan memberi menit bermain lebih banyak bagi talenta lokal tanpa mengorbankan tim klub.

Federasi bola voli Korea Selatan atau KOVO merespons usulan pelatih timnas voli putri Korea Cha Sang-hyun untuk membatasi jumlah pertandingan pemain asing di Liga Voli Putri Korea musim 2026/2027. Usulan tersebut diajukan agar pemain lokal mendapatkan kesempatan menit bermain lebih banyak. Cha Sang-hyun menilai ketergantungan klub terhadap pemain asing berdampak negatif pada kualitas timnas yang baru saja terdegradasi dari Volleyball Nations League 2025. Rencana ini muncul setelah pelatih berusia 52 tahun itu mendesak pembatasan pemain asing sejak fase reguler putaran keempat hingga keenam.

KOVO memilih menambah jumlah pertandingan fase reguler serta menerapkan aturan rotasi pemain sebagai solusi alternatif. Saat ini Liga Voli Korea memiliki 36 pertandingan yang terbagi dalam enam putaran. Dengan menambah jumlah laga, talenta lokal diharapkan bisa bermain lebih sering tanpa harus membatasi partisipasi pemain asing sepenuhnya. Beberapa klub juga mengusulkan pertandingan khusus rotasi pemain lokal agar sumber daya tim bisa dimanfaatkan secara lebih beragam.

Langkah KOVO ini diambil karena membatasi pemain asing berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan peluang juara bagi klub. Tim-tim Liga Voli Korea tetap membutuhkan jasa pemain asing untuk bersaing memperebutkan gelar. Oleh karena itu, penambahan pertandingan dinilai lebih masuk akal dibandingkan pembatasan langsung. Dari ide tersebut, kompetisi level dua untuk pemain muda juga menjadi opsi yang sedang dipertimbangkan.

Cha Sang-hyun sebelumnya menginginkan pemain asing tidak dimainkan pada fase reguler putaran keempat sampai keenam. Pemain asing baru boleh diturunkan pada babak play-off hingga grand final. KOVO menjawab usulan tersebut dengan pendekatan yang lebih menyeimbangkan kepentingan klub dan pengembangan pemain lokal.