Purbaya: Rupiah Tembus Rp17.800 Tak Masuk Akal karena Fundamental Ekonomi Kuat
ekonomi

Purbaya: Rupiah Tembus Rp17.800 Tak Masuk Akal karena Fundamental Ekonomi Kuat

Tribun News27 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pelemahan rupiah ke level Rp17.803 per dolar AS pada Selasa 26 Mei 2026 tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Pemerintah tidak akan melakukan uji ketahanan APBN ulang karena sudah memperhitungkan skenario harga minyak dunia 100 dolar AS per barel.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.800 per dolar Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan Selasa 26 Mei 2026, rupiah berada di level Rp17.803 per dolar AS atau melemah 87,9 poin atau 0,4 persen dibandingkan penutupan Senin 25 Mei 2026. Purbaya menyatakan kondisi tersebut tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih dalam kondisi bagus. Ia menegaskan pelemahan biasanya terjadi bila ada gangguan pada fundamental, bukan ketika ekonomi sedang kuat.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan melakukan pengujian ketahanan APBN kembali meskipun rupiah terus melemah. Ia menjelaskan bahwa perhitungan APBN sudah dilakukan dengan asumsi harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barel. Purbaya berkelakar bahwa dirinya justru akan stres jika harga minyak dunia melebihi asumsi tersebut. Menurutnya, tidak ada kebutuhan untuk menghitung ulang APBN karena semua skenario sudah diperhitungkan sebelumnya.

Pelemahan rupiah turut berdampak pada imbal hasil di pasar obligasi Indonesia yang mengalami penurunan. Penurunan yield tersebut terjadi karena pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara melalui treasury operation untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Purbaya menyebutkan bahwa selama pasar obligasi terkendali, aliran modal asing akan terus masuk ke Indonesia. Ia menambahkan bahwa langkah-langkah lebih lanjut akan diambil pemerintah untuk menjaga nilai tukar rupiah secara signifikan, meskipun rinciannya belum dijelaskan.