Rupiah Anjlok ke Rp17.804,50 Dekati Rp18.000 pada 27 Mei 2026
Kurs USD/IDR tercatat Rp17.804,50 per dolar AS pada Rabu 27 Mei 2026 dan terus mendekati Rp18.000. Pelemahan dipengaruhi konflik geopolitik serta tekanan domestik yang memicu kenaikan harga barang impor dan kebutuhan pokok.
Pada Rabu 27 Mei 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tercatat anjlok di level Rp17.804,50 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg pukul 13.16 WIB di pasar spot exchange. Pelemahan ini terjadi di Indonesia dan berlanjut dari penutupan perdagangan Selasa 26 Mei 2026 ketika rupiah melemah 0,29 persen atau 52 poin ke Rp17.795 per dolar AS. Kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi tekanan global dari konflik Iran-Israel serta keraguan pasar terhadap kemampuan fiskal pemerintah membiayai program nasional besar.
Kurs rupiah tersebut naik 9 poin atau sekitar 0,05 persen dibanding perdagangan sebelumnya dan terus bergerak mendekati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS. Sebelumnya rupiah sempat menyentuh Rp17.787 per dolar AS sehingga kekhawatiran masyarakat semakin meluas. Pelemahan ini tidak hanya memengaruhi pelaku usaha dan investor tetapi juga mulai dirasakan masyarakat kelas menengah hingga warga desa.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si. menilai pelemahan rupiah saat ini dipicu tekanan global dan persoalan domestik yang terjadi bersamaan. Konflik geopolitik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat serta ancaman penutupan Selat Hormuz menyebabkan kenaikan harga minyak dunia. Akibatnya investor global memindahkan aset ke dolar AS yang dianggap lebih aman sehingga arus modal asing keluar dari Indonesia semakin besar.
Pelemahan rupiah memicu kenaikan harga barang impor, bahan bakar minyak, serta kebutuhan pokok yang langsung dirasakan masyarakat. Daya beli pun menurun seiring biaya transportasi yang ikut naik. Investor global memandang Indonesia sementara ini kurang menjanjikan sehingga mereka lebih memilih memegang aset dolar, ujar Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si. mengutip ums.ac.id pada Rabu 27 Mei 2026.