Tantangan Bisnis Anak Muda Naik Level ala CEO Skin Game Michella Ham
Banyak anak muda memulai usaha berkat media sosial, tetapi tantangan muncul saat ingin mengembangkan bisnis ke skala lebih besar. CEO Skin Game Michella Ham menekankan pentingnya komitmen dan pemahaman kebutuhan bisnis agar tidak salah langkah.
Memulai usaha sejak masih kuliah atau baru lulus kini semakin menarik bagi anak muda Indonesia. Hasil riset SMERU pada 2022 menunjukkan bahwa 73 persen anak muda tertarik untuk berbisnis. Ketertarikan tersebut muncul karena kehadiran media sosial dan platform digital yang memudahkan pemasaran produk dari lingkar pertemanan tanpa toko fisik. Tantangan terbesar justru muncul setelah bisnis mulai berjalan dan perlu dikembangkan lebih serius.
Michella Ham selaku CEO sekaligus Founder Skin Game menyatakan bahwa membangun bisnis membutuhkan komitmen besar. Setiap keputusan yang diambil akan menentukan perkembangan usaha ke depan. Menurutnya pelaku usaha perlu memahami betul kebutuhan bisnis agar tidak salah langkah. Kesalahan dalam mengambil keputusan dapat membuat bisnis sulit naik level.
Michella menegaskan bahwa memiliki bisnis itu seperti memiliki anak yang harus dijaga sepenuh hati. Pelaku usaha perlu tahan banting, berani belajar, dan tidak ragu bertanya kepada orang-orang yang lebih berpengalaman. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (28/5/2026). Fase ini kerap menentukan apakah usaha tetap di skala sama atau berkembang menjadi bisnis berkelanjutan.
Bagi sebagian pebisnis muda pendapatan yang masuk kerap habis untuk memenuhi kebutuhan produksi dan pesanan berikutnya. Akibatnya ruang untuk menambah stok, memperbaiki kemasan, memperluas promosi, hingga memperluas pasar menjadi terbatas. Sebuah produk yang laku di lingkungan kampus belum tentu siap menjangkau pasar lebih luas. Selain itu akses terhadap mentor dan jejaring juga tidak selalu mudah bagi mahasiswa maupun fresh graduate.