Tom Lembong Desak Prabowo Hentikan Kriminalisasi demi Selamatkan Rupiah
ekonomi

Tom Lembong Desak Prabowo Hentikan Kriminalisasi demi Selamatkan Rupiah

CNN Indonesia19 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Tom Lembong meminta Presiden Prabowo menghentikan kriminalisasi terhadap pelaku usaha dan profesional. Ia menekankan bahwa pembenahan penegakan hukum menjadi kunci menjaga kepercayaan investor dan menyelamatkan ekonomi nasional.

Eks Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong meminta Presiden Prabowo Subianto beserta jajarannya menghentikan kriminalisasi terhadap pelaku usaha dan kalangan profesional. Permintaan tersebut disampaikan di tengah anjloknya kurs rupiah yang disebabkan oleh sentimen negatif investor. Tom menilai langkah ini penting dilakukan segera agar kepercayaan pasar tidak semakin memburuk. Ia juga mengaitkan kondisi tersebut dengan tekanan yang sedang dialami perekonomian nasional saat ini.

Menurut Tom, pembenahan penegakan hukum menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan investor. Tanpa perbaikan di bidang hukum, lanjutnya, upaya menyelamatkan ekonomi nasional akan semakin sulit. Tom menegaskan bahwa kriminalisasi yang berlebihan justru berpotensi memperburuk sentimen pasar terhadap rupiah. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini.

Tom Lembong menyatakan bahwa pelaku usaha dan profesional membutuhkan kepastian hukum yang adil. Ketidakpastian akibat kriminalisasi dinilai sebagai salah satu faktor yang memperlemah kepercayaan investor asing maupun domestik. Ia mengingatkan bahwa rupiah yang terus melemah tidak bisa hanya diatasi dengan kebijakan moneter semata. Diperlukan juga perbaikan di sisi penegakan hukum secara menyeluruh.

Pernyataan Tom Lembong ini muncul ketika ekonomi Indonesia menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Ia menekankan pentingnya menghentikan praktik kriminalisasi agar iklim investasi bisa kembali kondusif. Tanpa langkah tersebut, menurutnya, upaya menyelamatkan rupiah dan perekonomian nasional akan berjalan lebih berat. Tom berharap pemerintah di bawah Presiden Prabowo dapat segera merespons permintaan tersebut.