Tom Lembong: Kriminalisasi Pelaku Usaha Sebabkan Rupiah Jeblok dan IHSG Ambruk
ekonomi

Tom Lembong: Kriminalisasi Pelaku Usaha Sebabkan Rupiah Jeblok dan IHSG Ambruk

Tribun News26 Mei 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Tom Lembong menilai kriminalisasi pelaku usaha telah menjadi risiko makroekonomi yang merusak sentimen pasar dan menyebabkan rupiah serta IHSG terjun bebas. Ia meminta Presiden Prabowo Subianto segera menghentikan praktik tersebut agar ekonomi nasional tidak semakin tertekan.

Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong menyoroti maraknya kriminalisasi terhadap pelaku usaha dan kalangan profesional yang berdampak buruk pada perekonomian nasional. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara diseminasi eksaminasi perkara Muhammad Kerry Adrianto Riza di Lembaga Pengkajian Hukum Acara dan Sistem Peradilan Universitas Indonesia pada Selasa (26/5/2026). Acara bertajuk "Mengurai Batas Pidana Tindak Pidana Korupsi dalam Keputusan Bisnis" itu membahas batas pidana korupsi dalam keputusan bisnis. Tom menilai fenomena tersebut membuat investor dan pengusaha enggan mengambil keputusan bisnis sehingga nilai tukar rupiah anjlok dan Indeks Harga Saham Gabungan runtuh.

Dalam kesempatan itu Tom menjelaskan bahwa tren mempidanakan para profesional telah merusak sentimen pasar secara signifikan. Bayang-bayang ketakutan dari para pengambil keputusan di sektor bisnis telah berubah menjadi risiko makroekonomi yang nyata bagi Indonesia. "Semaraknya kriminalisasi profesional itu sudah menjadi risiko makroekonomi menurut saya. Ya, jadi kenapa rupiah terjun bebas, kenapa indeks harga saham terjun bebas, ya antara lain karena dampak negatif kepada sentimen pasar dan juga sentimen investor akibat dari kriminalisasi putra-putri terbaik bangsa, apakah itu eksekutif Pertamina, apakah itu eksekutif BUMN lain," ungkap Tom.

Atas dasar kondisi tersebut Tom secara khusus meminta Presiden Prabowo Subianto beserta jajarannya untuk menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa upaya menyelamatkan ekonomi nasional yang sedang tertekan tidak mungkin terwujud tanpa pembenahan serius di sektor penegakan hukum. "Gelombang kriminalisasi ini harus segera dihentikan dan bahkan diperbaiki, dibenahi. Tanpa itu jangan berharap ekonomi akan selamat," tuturnya.

Lebih lanjut Tom mengakui bahwa memperbaiki penegakan hukum memang tidak otomatis menjamin ekonomi negara akan langsung membaik. Namun ia memastikan bahwa pembiaran terhadap masalah hukum ini akan membawa perekonomian Indonesia ke jurang yang lebih dalam. "Memang kalau pun dibenahi tidak akan menjamin ya bahwa kita bisa selamatkan ekonomi, tetapi kalau tidak dibenahi saya jamin rupiah akan terus melemah, ya kepercayaan investor akan terus menurun dengan dampak yang sangat besar ya bagi ekonomi," ujar Tom.