Trump Ancam Ledakkan Oman Jika Bantu Iran Kuasai Selat Hormuz
teknologi

Trump Ancam Ledakkan Oman Jika Bantu Iran Kuasai Selat Hormuz

CNN Indonesia7 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Donlad Trump mengancam akan meledakkan Oman jika membantu Iran mengendalikan Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan saat rapat kabinet di AS pada Rabu (26/5).

Presiden Amerika Serikat Donlad Trump mengancam akan "memberi pelajaran" kepada Oman jika negara itu berkolaborasi dengan Iran untuk menguasai Selat Hormuz. Ancaman tersebut disampaikan Trump ketika menjawab pertanyaan wartawan pada rapat kabinet di AS, Rabu (26/5). Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa Oman mungkin membantu Iran mengendalikan jalur perairan strategis tersebut.

"Tidak ada yang akan mengendalikannya. Ini perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kami harus meledakkan mereka. Mereka mengerti itu. Mereka akan baik-baik saja," kata Trump. Hingga kini Oman dikenal sebagai negara netral dan belum menyatakan keinginan bergabung dengan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz. AS dan Oman merupakan sekutu dekat yang telah menjalin hubungan lebih dari 200 tahun.

Kedua negara memiliki berbagai perjanjian kerja sama, termasuk kemitraan keamanan, perjanjian perdagangan bebas, serta kesepakatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oman sebelumnya berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran dalam upaya menyelesaikan perang yang pecah pada 28 Februari, ketika AS dan Israel menyerang Iran. Sejak 13 April, Angkatan Laut AS memblokade seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.

Washington menegaskan kapal non-Iran bebas berlayar melalui jalur tersebut selama tidak membayar bea masuk kepada Teheran. Otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, tetapi telah membahas rencana tersebut. Pada awal Mei, Trump meluncurkan Project Freedom untuk membantu kapal yang terblokir di Selat Hormuz, namun menghentikan operasi itu satu hari kemudian untuk menunggu kemungkinan kesepakatan dengan Iran. Pada Selasa, CENTCOM membantah laporan bahwa mereka telah melanjutkan pengawalan kapal yang melintasi perairan tersebut.