Viral Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja di Bantul, Ini Kata Kesbangpol - detikNews
Pemerintah Daerah Bantul menjelaskan tentang pembubaran ibadah di gereja Misi Sejahtera yang menimbulkan kontroversi masyarakat.
Pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul akhir-akhir ini menjadi perhatian publik. Kementrian Dalam Negeri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kesbangpol, memberikan penjelasan tentang insiden tersebut.
Kesbangpol menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya preventif terhadap kejadian seperti itu.
Masyarakat Bantul dan sekitarnya masih berdebar-debar setelah pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS) beberapa waktu lalu. Kontroversi mulai muncul ketika massa menggeruduk gereja tersebut, membuat suasana menjadi tegang.
Kementrian Dalam Negeri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kesbangpol, mencoba menjelaskan tentang insiden itu kepada publik. Menurut mereka, pihaknya telah melakukan upaya preventif untuk mencegah kejadian seperti itu terjadi.
"Sudah dicanangkan dari awal bahwa akan ada aksi massa menggeruduk gereja," ujar Bambang Setiawan Kepala Kesbangpol DIY saat dihubungi detikNews. "Namun, meskipun telah dicegah, kejadian seperti itu masih terjadi."
Dalam penjelasan lebih lanjut, pihaknya menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan dampak dari intimidasi kepada jemaat GMS Bantul oleh oknum tertentu.
"Intimidasi ini sebenarnya sudah dihadapi oleh pemuka agama dan jemaah, tapi tidak ada yang melakukan tindakan untuk menghentikan kejadian seperti itu," lanjutnya.
Kementrian Agama Indonesia (Kemenag) juga menyatakan diri sangat menyesalkan peristiwa pembubaran ibadah tersebut. Mereka berharap pelaku dapat ditangkap oleh Polisi Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY).
Sementara itu, GEMAYOMI yang merupakan jemaat GMS Sewon Bantul, mengecam tindakan intimidasi terhadap jemaatnya. Mereka berharap masyarakat dapat menyambut baik keberagaman dan toleransi.