Wamen Ribka: Data OAP di Papua Belum Lengkap karena Ketakutan Warga
Ribka Haluk meluruskan persepsi minoritas OAP berdasarkan data SIAK yang mencatat 2.296.846 jiwa OAP aktif dari total penduduk 5.832.120 jiwa. Ia menegaskan data tersebut dinamis karena masih banyak warga belum merekam akibat kendala geografis dan pemahaman keliru.
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat terkait pendataan Orang Asli Papua di enam provinsi pada Selasa 26 Mei di Jakarta. Ia menegaskan bahwa jumlah OAP yang tercatat dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan OAP menjadi kelompok minoritas di Tanah Papua. Ribka melakukan hal ini setelah adanya pertemuan dengan pemerintah provinsi terkait pendataan OAP yang dicanangkan di Papua dan lima provinsi lainnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, jumlah OAP aktif yang telah melakukan perekaman KTP elektronik dan tercatat dalam SIAK mencapai 2.296.846 jiwa. Sementara itu total penduduk se-Tanah Papua berdasarkan Data Konsolidasi Bersih Dinamis tercatat sebanyak 5.832.120 jiwa. Angka tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus berubah karena banyak masyarakat asli Papua yang belum melakukan perekaman data kependudukan.
Kendala utama dalam pendataan OAP adalah belum meratanya perekaman administrasi kependudukan terutama di wilayah pegunungan dan daerah 3T. Ribka juga menyoroti pemahaman keliru di masyarakat terkait perekaman KTP elektronik yang membuat sebagian warga enggan melakukannya. Sebagian masyarakat percaya isu bahwa merekam KTP berhubungan dengan angka 666 antikris atau takut data mereka akan dimata-matai.
Data kependudukan sangat penting untuk menentukan berbagai kebijakan pemerintah seperti penghitungan Dana Alokasi Umum, dana otonomi khusus, pelayanan administrasi, hingga program kesejahteraan masyarakat. Ketika data tidak lengkap, pemerintah akan sulit mengukur kebutuhan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan pemilahan data, Provinsi Papua Tengah menjadi wilayah dengan jumlah OAP aktif terbesar.