Bamsoet Kirim Tiga Sapi Kurban ke Jateng, Perkuat Ketahanan Nasional
Bambang Soesatyo mengirimkan tiga ekor sapi kurban ke tiga daerah di Jawa Tengah pada Rabu 27 Mei 2026. Ia menekankan Iduladha sebagai momentum memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.
Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo melaksanakan kurban Iduladha 1447 Hijriah dengan memotong tiga ekor sapi di DPD Partai Golkar Kebumen, DPD Partai Golkar Banjarnegara, dan DPD Partai Golkar Purbalingga Jawa Tengah pada Rabu 27 Mei 2026. Ia menegaskan peringatan Iduladha harus dimaknai sebagai momentum memperkuat ketahanan nasional di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan ketidakpastian global. Langkah tersebut dilakukan untuk menyalurkan daging kurban sekaligus menyampaikan pesan persatuan.
Bamsoet menjelaskan bahwa ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta menurunnya kohesi sosial, nilai pengorbanan dan semangat berbagi dalam Iduladha menjadi fondasi penting. Ia menyatakan negara yang kuat lahir dari masyarakat yang tidak membiarkan sesamanya berjalan sendiri saat menghadapi tekanan ekonomi maupun perubahan global. Semangat berbagi melalui kurban dianggap sebagai bentuk nyata bagaimana nilai agama memperkuat persatuan nasional.
Ancaman terhadap bangsa Indonesia kini berubah bentuk dari agresi militer menjadi pelemahan daya beli, meningkatnya ketimpangan, tekanan ekonomi rumah tangga, fragmentasi sosial, hingga menurunnya tingkat kepercayaan antarmasyarakat. Laporan Global Report on Food Crises 2026 mencatat 266 juta orang di 47 negara mengalami kerawanan pangan akut sepanjang 2025, atau lebih dari dua kali lipat dibanding satu dekade sebelumnya. Lebih dari 80 persen kasus terjadi di wilayah yang mengalami krisis berkepanjangan dengan konflik, tekanan ekonomi, dan gangguan iklim sebagai pemicu utama.
Bamsoet menegaskan Indonesia memiliki modal sosial yang relatif kuat melalui budaya gotong royong, zakat, sedekah, serta tradisi kurban yang telah mengakar. Tradisi tersebut menyentuh aspek spiritual, sosial, sekaligus ekonomi karena bagi sebagian keluarga distribusi daging kurban menjadi akses penting terhadap konsumsi protein. Momentum Iduladha juga menggerakkan peternak lokal dan pelaku usaha terkait di tengah tantangan global.