Jakarta Kejar Target Top 50 Global City 2030 Lewat Industri Sinema
teknologi

Jakarta Kejar Target Top 50 Global City 2030 Lewat Industri Sinema

Tribun News7 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong industri sinema sebagai motor pertumbuhan ekonomi kreatif untuk mencapai posisi Top 50 Global City 2030. Langkah ini melibatkan penguatan Jakarta Film Commission dan insentif bagi pelaku industri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mendorong transformasi ibu kota agar masuk jajaran Top 50 Global City pada 2030. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan potensi industri perfilman melalui visi “Jakarta Kota Sinema”. Langkah strategis tersebut dipimpin Gubernur Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno. Target ini juga menjadi bagian persiapan menyambut usia ke-500 Kota Jakarta pada 2027.

Karena Jakarta tidak memiliki basis pertanian luas maupun kawasan manufaktur berskala besar, sektor ekonomi kreatif dinilai paling relevan untuk mendorong pertumbuhan. Industri perfilman dipilih karena mampu menggerakkan rantai usaha yang luas dan membuka lapangan kerja, terutama bagi generasi muda serta lulusan SMK yang memiliki keterampilan kreatif dan digital. Penguatan dilakukan melalui Jakarta Film Commission agar ekosistem sinema lebih kompetitif.

Kawasan Kota Tua Jakarta kini menjadi lokasi favorit syuting film, serial, dan produksi konten komersial. Beberapa film layar lebar seperti Mencuri Raden Saleh telah mengambil gambar di kawasan tersebut. Infrastruktur perkotaan yang lengkap dan ruang publik yang terus ditata menjadi daya tarik tersendiri bagi rumah produksi.

Pemprov DKI Jakarta menggelar focus group discussion bersama asosiasi produser film dan Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia untuk merumuskan skema insentif. Rano Karno menegaskan bahwa penguatan ekonomi kreatif termasuk perfilman menjadi bagian penting peningkatan daya saing Jakarta sebagai kota global. Stimulus nyata bagi pelaku industri dan investor terus disiapkan agar target 2030 dapat tercapai.