Jepang Perkuat FOIP Baru, Indonesia Jadi Mitra Strategis Utama ASEAN
Jepang diperkirakan memperkuat kerja sama dengan ASEAN khususnya Indonesia melalui perluasan konsep FOIP di era Fumio Kishida. Langkah ini mencakup aspek ekonomi, industri, dan pembentukan tatanan internasional baru bersama negara Global South.
Jepang diperkirakan akan semakin memperkuat hubungan dengan negara-negara ASEAN terutama Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia perang regional serta perubahan besar dalam tatanan internasional saat ini. Perkiraan tersebut disampaikan pengamat kebijakan luar negeri Jepang di Tokyo. Konsep Free and Open Indo-Pacific yang pertama kali diperkuat pada era almarhum mantan Perdana Menteri Shinzo Abe kini memasuki fase baru pada masa pemerintahan Perdana Menteri Fumio Kishida. Perluasan konsep FOIP ini dilakukan karena Jepang ingin menjaga stabilitas Indo-Pasifik bersama mitra strategisnya.
Pada fase baru tersebut Jepang tidak hanya fokus pada aspek keamanan dan pertahanan tetapi juga memperluas kerja sama ke bidang ekonomi industri diplomasi hingga pembangunan tatanan internasional baru bersama negara-negara Global South. βASEAN sekarang bukan hanya partner ekonomi Jepang tetapi sudah menjadi partner strategis untuk menjaga stabilitas Indo-Pasifik,β ujar Prof Dr. Toru Yoshida dari Fakultas Studi Kebijakan Universitas Doshisha. Indonesia dipandang memiliki posisi sangat penting dalam strategi tersebut karena ukuran ekonomi jumlah penduduk posisi geopolitik serta pengaruh diplomatiknya di ASEAN dan Global South.
Dalam beberapa tahun terakhir Jepang mulai melonggarkan berbagai pembatasan terkait kerja sama pertahanan dan industri keamanan dengan negara-negara Asia Tenggara. Perubahan kebijakan itu terlihat dari meningkatnya pembicaraan mengenai transfer peralatan pertahanan kerja sama industri militer keamanan maritim hingga penguatan supply chain regional. Para pengamat menilai langkah ini merupakan bagian dari upaya Jepang meningkatkan level kerja sama ASEAN-Jepang menuju dimensi yang lebih tinggi.
Namun demikian sejumlah tantangan masih terlihat termasuk arah jangka panjang kerja sama Jepang-Indonesia yang kadang belum terlihat sepenuhnya jelas. Jepang juga menghadapi tantangan dalam membangun framework atau norma baru di Asia Timur yang dapat diterima bersama oleh seluruh negara kawasan. Konsep FOIP versi baru diperkirakan akan lebih menekankan pendekatan diplomatik yang fleksibel kerja sama jangka pendek yang realistis namun tetap mengarah pada pembentukan tatanan internasional baru yang lebih stabil dan terbuka.