Kejagung Usut 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Harga Ekspor
Kejagung mulai menyidik dugaan manipulasi harga ekspor sawit 10 perusahaan yang dilaporkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan umum dan laporan Purbaya dijadikan data tambahan.
Kejaksaan Agung mulai mengusut dugaan manipulasi harga ekspor sawit yang melibatkan 10 perusahaan setelah menerima laporan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Laporan tersebut disampaikan Purbaya kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Kamis 21 Mei 2026. Penyidikan dilakukan karena adanya indikasi praktik transfer pricing yang merugikan negara. Kasus ini masih berada dalam tahap penyidikan umum setelah Kejagung menerima laporan tersebut sejak sekitar satu bulan lebih lalu.
Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyidikan terkait perkara manipulasi atau transfer pricing tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan dari Purbaya akan dijadikan data tambahan untuk melengkapi informasi yang sudah dimiliki penyidik sebelumnya. Menurut Syarief, Kejagung telah mengantongi sejumlah data terkait manipulasi harga ekspor sawit. Pernyataan itu disampaikan Syarief kepada wartawan pada Rabu 27 Mei 2026.
Purbaya membawa daftar perusahaan sawit yang diduga melakukan manipulasi harga saat melapor kepada Presiden Prabowo. Daftar tersebut berisi 10 perusahaan besar termasuk tiga pengapalan yang dipilih secara acak dan terindikasi memanipulasi harga ekspor ke Amerika Serikat. Purbaya menunjukkan berkas berisi grafik angka-angka yang memperlihatkan praktik manipulasi tersebut. Akibat praktik ini negara mengalami kerugian dengan tingkat kerugian yang beragam antar perusahaan.
Syarief menegaskan bahwa data dari Purbaya melengkapi informasi yang sudah ada di tangan penyidik. Ia menyebut laporan tersebut diterima sekitar satu bulan lebih sebelum pernyataannya disampaikan. Penyidikan terus berlanjut dengan memanfaatkan seluruh data yang tersedia. Kejagung berkomitmen mengusut tuntas dugaan manipulasi harga ekspor sawit tersebut.